GANJARAN DALAM ORGANISASI

Ganjaran dalam organisasi merupakan satu bahasan selanjutnya setelah motivasi dalam organisasi. Hal ini menunjukkan, bahwa ganjaran merupakan sesuatu yang mampu memotivasi individu untuk bekerja lebih giat. Dilihat dari pentingnya ganjaran yang diberikan oleh organisasi terhadap anggotanya, maka sistem yang digunakan pun harus sesuai dengan perjanjian antara organisasi dengan anggotanya.

 

a. Pengertian ganjaran

Beberapa pengertian mengenai ganjaran diantaranya adalah Skinner (1969) mengungkapkan bahwa ganjaran merupakan suatu peneguhan. Peneguhan disini maksudnya adalah aspek yang saling berkaitan dengan nilai-nilai yang mempengaruhi kehendak seorang individu. Namun, Wether menyatakan bahwa ganjaran merupakan apa yang seorang pegawai terima sebagai balasan dari pekerjaan yang diberikannya.

Dari kedua definisi diatas mengenai ganjaran, maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa ganjaran merupakan sesuatu yang pegawai dapatkan yang disesuaikan dengan pekerjaan yang diterima sebagai balasan apa yang dia kerjakan.

 

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai/besarnya ganjaran

Terdapat beberapa faktor yang mampu mempengaruhi nilai atau besaran ganjaran yang diberikan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1)    Kualifikasi.

Pengalaman kerja, keterampilan dan latar belakang pendidikan (termasuk gelar dan sertifikasi) bisa memengaruhi besar ganjaran yang diterima seorang pegawai.

 

 

2)    Lokasi kerja.

Lokasi kerja menentukan besaran ganjaran yang diterima. Kebutuhan di kota-kota besar, berbeda dengan kebutuhan di kota-kota kecil. Jadi, sudah menjadi rahasia umum bahwa ganjaran dalam kota-kota besar lebih besar dibandingkan dengan kota-kota kecil.

3)    Besarnya perusahaan.

Meskipun pada dasarnya memiliki profesi yang sama, tetapi berbeda perusahaan akan berbeda pula pada ganjaran yang akan diterima. Namun, ganjaran besar biasanya disertai juga tanggung jawab yang besar.

4)    Industri.

Dalam lingkungan industri, memberikan ganjaran berdasarkan resiko kerja. Semakin tinggi resiko kerja, maka semakin besar pula ganjaran yang akan diterima.

 

c. Tujuan ganjaran

Tujuan dari ganjaran yang diberikan oleh organisasi diantaranya adalah sebagai berikut:

1)    Memotivasi anggota organisasi. Oleh karena itu, diharapkan ganjaran yang diberikan oleh organisasi harus memiliki nilai di mata anggota organisasi (sesuai).

2)    Membuat kerasan pekerja yang sudah ada. Dalam hal ini, dengan ganjaran yang diberikan oleh organisasi, diharapkan mampu membuat anggota organisasi nyaman dengan lingkungan organisasi, sehingga tidak menimbulkan keinginan anggota organisasi untuk pindah ke organisasi lain.

3)    Menarik orang-orang yang berkualitas. Dengan sistem ganjaran yang dirancang oleh organisasi, diharapkan mampu menarik orang-orang untuk bergabung dengan organisasi tersebut. Tidak menutup kemungkinan, bahwa masih terdapat orang-orang yang merasa dirinya berkualitas, sehingga memilih pekerjaan sesuai dengan ganjaran yang akan dia terima.

 

 

 

d. Ganjaran dengan kinerja

Ganjaran merupakan sesuatu yang pegawai dapatkan yang disesuaikan dengan pekerjaan yang diterima sebagai balasan apa yang dia kerjakan. Sedangkan, kinerja merupakan tindakan dari individu yang relevan dan timbul disesuaikan dengan harapan untuk mencapai tujuan organisasi.

            Dari definisi diatas mengenai ganjaran dan kinerja, maka keduanya memiliki hubungan yaitu dilihat dari individunya, ketika kinerja yang dilakukan oleh anggota organisasi sesuai dengan tujuan organisasi (harapan organisasi), maka ganjaran yang diberikan pun akan semakin tinggi. Begitupun sebaliknya, apabila kinerja tidak sesuai dengan tujuan organisasi, maka ganjaran yang akan didapatkan akan semakin kecil (tidak sesuai dengan apa yang diharapkan individu). Tetapi, jika dilihat dari segi organisasi, ganjaran yang diberikan oleh organisasi diharapkan mampu memotivasi anggotanya untuk meningkatkan kinerjanya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh organisasi.

Singkatnya, bahwa ganjaran dengan kinerja menunjukkan adanya pengharapan dari kedua pihak. Pertama, organisasi berharap dengan ganjaran yang diberikan mampu meningkatkan kinerja yang sesuai dengan harapan organisasi. Kedua, anggota organisasi berharap bahwa ganjaran yang diberikan oleh organisasi harus sesuai dengan kinerja yang dihasilkan oleh anggotanya. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan timbal balik dari kedua pihak (organisasi-anggota) (anggota-organisasi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REFERENSI :

Ardana, Komang. 2009. Perilaku Keorganisasian. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu

http://www.fppsm.utm.my/download/doc_view/100-ganjaran-intrinsik-dan-ekstrinsik-dan-hubungannya-dengan-komitmen-terhadap-organisasi-satu-kajian-d.html

http://indrajulian.blogspot.com/2010/12/p-text-indent50pxp.html

http://fajarinisyafitri.blogspot.com/2011/01/ganjaran-dalam-organisasi-dan-kepuasan.html

http://female.kompas.com/read/2011/09/12/09082798/5.Faktor.yang.Mempengaruhi.Besaran.Gaji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s