DINAMIKA KELOMPOK

Dinamika kelompok terdiri dari dua suku kata yaitu dinamika dan kelompok. Dinamika merupakan interaksi atau interpendensi. Sedangkan, kelompok merupakan dua orang atau lebih yang berinteraksi dan memiliki tujuan yang sama.

 

A.   TEORI-TEORI PEMBENTUKAN KELOMPOK

Teori pembentukan kelompok muncul bertujuan untuk mencoba menjelaskan adanya afiliasi dari orang-orang yang berada dalam suatu kelompok. Terdapat bebrapa teori yang mendukung pembentukan kelompok, diantaranya adalah sebagai berikut:

1)    Teori Kedekatan

Teori ini menunjukan bahwa kelompok terbentuk disebabkan adanya interaksi antara orang-orang yang memiliki kedekatan didalamnya. Kedekatan ini dapat dilihat tidak hanya dari kedekatan ruang, tetapi dikarenakan dengan kedekatan daerah juga. Teori ini membuktikan bahwa pembentukan kelompok didasarkan pada aktivitas, interaksi dan sentiment yang ditularkan pada orang lain.

2)    Teori Keseimbangan

Teori ini menunjukan bahwa pembentukan kelompok terjadi karena adanya kesamaan sikap dan ketertarikan akan tujuan yang relevan antara satu dengan yang lainnya. Ini menunjukkan bahwa hubungan keterarikan antar orang didalam suatu kelompok sangat beperan penting untuk mencapai tujuan bersama.

3)    Teori Pertukaran

Teori ini menuinjukan bahwa ada tiga aspek yang mendukung teori ini berjalan yaitu hadiah sebagai kebutuhan, biaya sebagai aspek yang akan menimbulkan kekhawatiran jika melebihi kapasitas dan hasil yang diinginkan dari proses hadiah dengan biaya.

 

B.   CIRI-CIRI KELOMPOK

Kelompok dapat disebut sebagai sebuah kelompok, ketika memiliki cirri-ciri sebagai berikut:

1) Terdapat dorongan atau motif yang sama antar individu satu dengan yang lain

2) Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan terhadap individu satu dengan yang lain

3) Adanya penegasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri dari peranan-peranan dan kedudukan masing-masing

4) Adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dalam kegiatan anggota kelompok

5) Berlangsungnya suatu kepentingan

6) Adanya pergerakan yang dinamik

 

C.   JENIS-JENIS KELOMPOK

Dari teori pembentukan kelompk menghasilkan beberapa jenis kelompok diantaranya adalah sebagai berikut:

 

Kelompok Formal yaitu kelompok yang terbentuk yang didalamnya terdapat struktur yang resmi  dan komitmen terhadap lembaga atau organisasi. Didalam kelompok formal dikenal dengan kelomp komando dan kelompok tugas.

 

Kelompok Informal yaitu kelompok yang terbentuk akibat adanya kebutuhan kontak sosial yang dilakukan oleh orang-orang didalamnya. Ini menunjukan bahwa kelompok informal tidak memiliki struktur yang relevan.

 

Kelompok Terbuka yaitu kelompok yang mampu menerima pembaharuan dan perubahan dari lingkungan sekitar. Kelompok ini menganggap bahwa perubahan yang dijadikan sebagai suatu masukan akan menjadi aspek positif yang mampu mengembangkan kelompok.

 

Kelompok Tertutup yaitu kelompok yang berkemungkinan kecil menerima pembaharuan dari lingkungan sekitar. Ini menunjukkan bahwa kelompok lebih cenderung survive  pada budaya kelompk tersebut. \

 

D.   DASAR-DASAR DAYA TARIK INTERPERSONAL

Dalam pemaparan diatas telah dijelaskan bahwa daya tarik antar personal merupakan salah satu aspek terbentuknya suatu kelompok. Berikut ini merupakan dasar-dasar yang menjadi daya tarik interpersonal yaitu:

 

Kesempatan berinteraksi, maksudnya adalah ketika personal dengan personal menimbulkan adanya interaksi maka akan timbul adanya daya tarik interpersonal. Interaksi juga akan menimbulkan kesetiakawanan dan menjalin hubungan baik antar personal.

 

Kesamaan latar belakang, ini menunjukkan bahwa latar belakang akan mempermudah interpersonal untuk berinteraksi, sehingga semakin mudah juga untuk mencapai tujuan bersama. Berbeda dengan interpersonal yang memiliki perbedaan latar belakang, mereka akan sulit berinteraksi dan akan sulit juga menimbulkan daya tarik interpersonal.
Kesamaan sikap, pada dasar daya tarik interpersonal yang satu ini harus didukung oleh latar belakang yang sama pula, dikarenakan latar belakang akan memunculkan pengalaman yang sama.

 

E.    TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KELOMPOK

AFILIASI

FUNGSIONAL

DISOLUSI

 

 

 

 

Proses afiliasi merupakan tahap permulaan atau yang disebut dengan tahap perkenalan. Dalam tahap ini, personal memiliki kesan pertama, sehingga akan menimbulkan saling mengenal satu sama lain dan juga akan menimbulkan keakraban. Diteruskan oleh proses fungsional, tahap ini akan menciptakan daya tarik satu sama lain, kecocokan dan kekompakan kelompok. Ini akan mempermudah dalam pembagian tugas dalam kelompok. Selanjutnya, terdapat proses disolusi yaitu tahapan dimana kelompok mendapatkan ketidakcocokan satu sama lain, akan menimbulkan ketidakharmonisan dan berakibat pada pembubaran kelompok.

 

F.    DINAMIKA KELOMPOK

Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri daru dua orang atau lebih yang memiliki hubungan psikologis satu sama lain dan berlangsung pada suatu situasi yang sama.

 

Referensi :

Thoha, Miftah, (1983). Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta : PT. Rajawali

Ardana, Komang. (2009). Perilaku Keorganisasian. Yogyakarta. Penerbit Graha Ilmu.

Umam, Chaerul. (2010). Perilaku Organisasi. Bandung: Pustaka Setia

http://id.wikipedia.org/wiki/Dinamika_kelompok

http://yulia-putri.blogspot.com/2010/10/definisi-dan-ciri-ciri-kelompok-sosial.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s