~~ Biografi

Pada tanggal 20 Agustus 1992 pukul 03.00 dini hari di Rumah Bersalin Ibu Mairah. Lahirlah seorang anak perempuan yang diberi nama Fauziah Azam. Putri dari seorang ibu yang cantik bernama Dede Fatimah dan ayah yang bijaksana bernama Azam Dahmad. Dia lahir di Bandung dan tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Dia adalah anak terakhir dari 5 bersaudara. Betapa enaknya menjadi seorang adik dari empat kakak yang sangat menyayanginya. Fauzan Azam, Faida Azam, Fatoni Azam, dan Faozi Azam itulah keempat kakaknya. Setelah 15 tahun menjadi anak terkecil di keluarga kecil itu. Ade itulah panggilan akrabnya dalam keluarga.  Karena lahirnya seorang putra yang lucu bernama Muhammad Farhan Anfa dari kakak perempuan posisi dia menjadi berubah. Kaka Ida itulah panggilannya. Sejak saat itulah posisi dia  menjadi seorang tante. Fildzah Alya Sifa itulah keponakannya yang kedua. Bayi cantik itu lahir pada tahun 2007. Kelakuan mereka di keluarga kecil itu menjadi hiburan tersendiri. Belum lama ini, lahir juga keponakan yang ketiga. Fadlan Naufal Sifa itulah namanya. Meskipun dia telah mempunyai tiga keponakan, tetapi dia tidak mengizinkan para keponakan memanggilnya tante. Mereka memanggil dengan sebutan kaka.

Belum genap 5 tahun dia sudah sangat ingin bersekolah seperti teman-teman sebayanya. Taman Kanak-kanak Bunga Pertiwi itulah sekolah pertamanya. Sekolah yang tidak jauh dari rumahnya daerah Kopo. Satu tahun berselang di sekolah itu. Pada tahun 1998, SD Negeri Babakan Tarogong II yang menjadi sekolah berikutnya. Uzi itulah sapaan akrab di lingkungan teman-teman sebayanya, Selama 6 tahun, mulai dari belajar membaca dan berhitung hingga mahir membaca juga berhitung. Ketika kelas 6 dia mulai mengerti bahwa menjadi siswa yang aktif sangat menguntungkan. Mulai saat itulah dia mulai bertekad untuk menjadi anak yang aktif pada semua tingkatan yang akan dia alami. Dengan NEM 25,01 masuklah ke sebuah SMP di daerah Kebon Kelapa. SMP Negeri 10 Bandung itulah sekolah yang memang dia inginkan sejak kelas 5 SD. Selama 3 tahun di SMP itu dia mengerti akan pentingnya adaptasi di lingkungan yang baru. Dengan teman-teman yang semakin banyak, semakin banyak pula pengalaman dan pengetahuan yang  didapat. Setelah 3 tahun berakhir, awalnya dia sangat menginginkan SMK Negeri 7 Bandung menjadi sekolah selanjutnya dengan jurusan Analis Kimia. Tetapi, ayah tercinta tidak mendukung. Dia  membuang keinginan untuk masuk sekolah tersebut dan membuat keinginan yang baru untuk masuk SMA Negeri 7 Bandung. Karena NEM-nya kurang, keinginannya tidak terwujud. Mulai saat itu dia mengerti bahwa segala yang diinginkan tidak selalu menjadi kenyataan. Tetapi dia yakin bahwa Allah Swt mempunyai rencana lain yang lebih baik untuk kehidupannya nanti. Dengan tidak masuknya ke SMA tersebut, keluarga terutama ayah tercinta sangat berusaha keras untuk masuk SMA Negeri di Bandung. Dan berujunglah di sekolah kejuruan daerah Buah Batu yaitu SMK Negeri 3 Bandung. Sekolah yang terkenal dengan manajemen bisnisnya itu. Program studi pemasaran itulah yang dia ambil. Meskipun awalnya dia kurang bersahabat dengan jurusan yang diambil, tetapi kenyataannya banyak sekali ilmu yang dia dapat melebihi teman-teman sebayanya. Dengan melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di salah satu perusahaan semakin menambah pengetahuan dalam dunia kerja yang akan dia geluti nanti. Dengan latar belakang sekolah kejuruan yang lebih membawa siswa-siswanya untuk memilih dunia kerja setelah lulus. Tetapi dia sangat bertekad untuk melanjutkan sekolah di salah satu universitas di Bandung. Usaha awalnya adalah mengikuti Penelusuran Minat Dan Kegemaran (PMDK). Meskipun hasilnya mengecewakan, tetapi itu tidak mengurangi niatnya untuk melanjutkan sekolah. SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) itulah yang membawa dia lolos dan masuk ke UPI jurusan Administrasi Pendidikan.

Organisasi selama 12 tahun bersekolah, mulai dari SD, SMA hingga SMK. PRAMUKA itulah organisasi dia sejak kelas 5 SD. Meskipun pada saat itu dia kurang mengerti makna dari organisasi yang digeluti. Juara 3 PRAMUKA se-Bandung raya itulah prestasinya di PRAMUKA. Selanjutnya, PMR SMP Negeri 10 Bandung yang diikuti selama 3 tahun. Sekretaris I itulah jabatannya dalam organisasi tersebut. Di SMK Negeri 3 Bandung, mulailah dia menggabungkan antara organisasi dengan prestasi akademik. Pada tahun 2008, dia dicalonkan oleh Bapak Dadan Hamdani guru Bahasa Jerman untuk mengikuti Lomba Karya Ilmiah. Dan beruntunglah dia menjadi Juara I Karya Ilmiah Bahasa Jerman se-Jawa Barat dan Banten. Setelah kemenangan itu Bahasa Jerman mulai menarik perhatiannya. Pengembangan diri Bahasa Jerman menjadi organisasi selanjutnya.

Jika ditanyakan mengenai harapan, sangat banyak yang dia inginkan. Menjadi seorang akuntan dan membangun Taman Kanak-kanak merupakan keinginannya. Tetapi sukses dunia akhirat itulah yang paling utama. Dengan membahagiakan kedua orang tua dan melihat keluarga bangga atas prestasi itulah salah satunya. Semoga harapannya tercapai, amiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s