ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING

ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING  (AMT)

Makalah

 

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan

Dosen Pengampu: 1. Prof. Dr. H. Djam’an Satori, M.A

  2. Dr. Diding Nurdin, M.Pd

     3. Iik Nurulpaik, M.Pd

       

 

 

 

Disusun oleh:

  1. Ai Hawadist K            (1000847)
  2. Berlian Nurlian            (1003056)
  3. Fauziah Azam             (1005949)
  4. Irma Wahyu N            (1001973)
  5. Risa Siti Yanvi            (1001426)
  6. Windi Fajar Y             (1000790)

 

 

JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2013

 

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt karena atas berkat taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah, malalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan.

Dalam kesempatan ini kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing selama menyelesaikan makalah ini yaitu kepada:

  1. Kedua orang tua yang dengan tulus telah memberikan dorongan moril maupun materil.
  2. Rekan-rekan mahasiswa jurusan Administrasi Pendidikan.
  3. Dr. H. Endang Herawan, M.Pd selaku Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan
  4. Prof. Dr. H. Djam’an Satori, MA, Dr. Diding Nurdin, M.Pd dan Iik Nurulpaik, M.Pd selaku dosen mata kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan.
  5. Seluruh dosen dan staf Universitas Pendidikan Indonesia.
  6. Serta semua pihak yang telah membantu kami selama menyelesaikan makalah ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Untuk itu kami sangat mengharapkan saran serta kritik yang membangun terutama untuk menyempurnakan makalah yang telah dibuat, sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pembaca.

 

Bandung,  April 2013

 

 

                                                                                                                       

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

BAB I. PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. C.    Tujuan Penulisan

1

1

2

 BAB II. KAJIAN TEORI

 

  1. Konsep Pelatihan
  2. Konsep Pengembangan

3

 

BAB III. PEMBAHASAN

 

  1. Konsep Achievement Motivation Training (AMT)
  2. Tujuan Pelatihan
  3. Manfaat Pelatihan
  4. Materi Pelatihan
  5. Teknik Pelatiahn dan Pengembangan Achievement Motivation Training (AMT)
  6. Harapan dari Achievement Motivation Training (AMT)

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV. PENUTUP

 

  1. Kesimpulan
  2. Saran

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Manajemen pelatihan dan pengembangan dapat dikatakan sebagai suatu proses yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari suatu lembaga. Dalam hal ini, diperlukan pihak-pihak yang mengerti akan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Faktor utama dalam sebuah organisasi yaitu sumber daya manusia. Oleh karena itu, SDM akan mempunyai nilai dan kekuatan besar terhadap keberhasilan tujuan bila dilakukan pembinaan dan peningkatan yang terus-menerus terhadap potensi, kapasitas, maupun kemampuannya.

Peningkatan kualitas SDM sebagai salah satu cara meningkatkan kualitas organisasi atau lembaga. Dengan hal ini, organisasi atau lembaga harus melihat dan memperhatikan faktor-faktor yang mampu meningkatkan kualitas SDM dalam organisasi atau lembaga. Inilah yang menjadi polemik bagi organisasi yaitu meningkatkan kualitas melalui prestasi sumber daya manusia. Secara garis besar, dapat diteliti lebih lanjut mengenai motivasi pegawai dalam meningkatkan kualitas diri.

Salah satu hal yang dapat menarik perhatian yaitu bagaimana prestasi mampu meningkatkan motivasi pegawai dalam suatu perusahaan. Inilah alasan kelompok untuk membuat suatu makalah yang membahas mengenai salah satu contoh pelatihan yaitu “Achievement Motivation Training”. Semoga dengan disusunnya makalah ini mampu memperlihatkan sejauhmana pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja pegawai dalam suatu perusahaan.

 

  1. B.     Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah ini diantaranya adalah:

1)      Bagaimana konsep pelatihan dan pengembangan?

2)      Bagaimana konsep Achievement Motivation Training (AMT) untuk pegawai perusahaan?

3)      Apa saja metode dan teknik yang dilakukan dalam penerapan Achievement Motivation Training (AMT)?

4)      Apa saja materi yang diberikan dalam Achievement Motivation Training (AMT)?

 

  1. C.    Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan dari makalah ini yaitu:

1)      Untuk mengetahui konsep pelatihan dan pengembangan

2)      Untuk mengetahui konsep Achievement Motivation Training (AMT) untuk pegawai perusahaan

3)      Untuk mengetahui metode dan teknik yang dilakukan dalam penerapan Achievement Motivation Training (AMT)

4)      Untuk mengetahui materi yang diberikan dalam Achievement Motivation Training (AMT)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

  1. Konsep Dasar Pelatihan

1)      Definisi Pelatihan

Pelatihan merupakan suatu fungsi manajemen yang perlu dilaksanakan terus menerus dalam rangka pembinaan ketenagaan dalam suatu organisasi. Secara spesifik, proses latihan itu merupakan serangkaian tindakan (upaya) yang dilaksanakan secara berkesinambungan, bertahap dan terpadu. Tiap proses pelatihan harus terarah untuk mencapai tujuan tertentu terkait dengan upaya pencapaian tujuan organisasi. Itu sebabnya, tanggung jawab penyelenggaraan pelatihan terletak pada tenaga lini dan staf. (Oemar Hamalik, 2007)

Menurut Netisimito (1996:35) yang dikutip dalam situs (http://kel4latbang.wordpress.com/2011/05/30/definisi-pendidikan-pelatihan-pengembangan-dan-pendampingan/) mengungkapkan definisi pelatihan yaitu:

 

Pelatihan atau training sebagai suatu kegiatan yang bermaksud untuk memperbaiki dan mengembangkan sikap, tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan dari karyawan sesuai dengan keinginan perusahaan. Pelatihan yang dimaksudkan adalah pelatihan dalam pengertian yang luas tidak terbatas hanya untuk mengembangkan keterampilan semata.

 

 

Menurut Gary Dessler (2009) dalam situs (http://definisimu.blogspot.com/2012/08/definisi-pelatihan.html) mendefinisikan pelatihan sebagai berikut:

 

Proses mengajarkan karyawan baru atau yang ada sekarang, ketrampilan dasar yang mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka”.Pelatihan merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Karyawan, baik yang baru ataupun yang sudah bekerja perlu mengikuti pelatihan karena adanya tuntutan pekerjaan yang dapat berubah akibat perubahan lingkungan kerja, strategi, dan lain sebagainya.

 

Menurut pasal 1 ayat 9 undang-undang No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pelatihan adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan atau training adalah suatu sistem yang berkesimbungan atas pengembangan semua pegawai untuk meningkatkan hasil kerja pegawai masa sekarang atau yang akan datang dengan menambah kemampuan pegawai yang dilaksanakan melalui belajar.

 

2)      Tujuan Pelatihan

Secara umum pelatihan bertujuan mempersiapkan dan mebina tenga kerja, baik structural maupun fungsional, yang memiliki kemampuan dalam profesinya, kemampuan melaksanakan loyalitas, kemampuan melaksanakan dedikasi dan kemampuan berdisplin yang baik. Kemampuan professional mengandung aspek kemampuan kehalian dalam pekerjaan, kemasyarakatan dan kepribadian agar lebih berdaya guna dan berhasil guna. Secara khusus, pelatihan bertujuan untuk:

(a)    Mendidik, melatih serta membina tenaga kerja yang memiliki keterampilan produktif dalam rangka pelaksanaan program organisasi di lapangan.

(b)   Mendidik, melatih serta membina unsur-unsur ketenagakerjaan yang memiliki kemampuan dan hasrat belajar terus untuk meningkatkan dirinya sebagai tenaga yang tangguh, mandiri, professional, beretos kerja yang tinggi dan produktif.

(c)    Mendidik, melatih serta membina tenaga kerja sesuai dengan bakat, minat, nilai dan pengalamannya masing-masing (individual).

(d)   Mendidik dan melatih tenaga kerja yang memiliki derajat relevansi yang tinggi dengan kebutuhan pembangunan.

Menurut Procton dan Thornton (1983:4) dalam situs (http://nursecaremine.blogspot.com/2012/11/pelatihan-definisi-tujuan-manfaat-dan.html) menyatakan bahwa tujuan pelatihan adalah:

 

(a)    Untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan bisnis dan operasional-operasional industri sejak hari pertama masuk kerja.

(b)   Memperoleh kemajuan sebagai kekuatan yang produktif dalam perusahaan dengan jalan mengembangkan kebutuhan ketrampilan, pengetahuan dan sikap.Manfaat yang diperoleh dari adanya suatu pelatihan yang diadakan oleh perusahaan seperti yang dinyatakan oleh Flippo (1988:215)

 

Menurut Carrell dan Kuzmits (1982 : 278) yang dikutip melalui situs (http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/11/pelatihan-tenaga-kerja-definisi-tujuan_11.html) bahwa tujuan utama pelatihan dapat dibagi menjadi 5 area diantaranya:

 

(a)    Untuk meningkatkan ketrampilan karyawan sesuai dengan perubahan teknologi.

(b)   Untuk mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru agar menjadi kompeten.

(c)    Untuk membantu masalah operasional.

(d)   Untuk menyiapkan karyawan dalam promosi.

(e)    Untuk memberi orientasi karyawan untuk lebih mengenal organisasinya.

 

3)      Fungsi Pelatihan

Pelatihan memiliki fungsi-fungsi edukatif, administrative, dan personal. Fungsi edukasi, mengacu pada peningkatan kemampuan professional, kepribadian, kemasyarakatan, dedikasi dan loyalitas kepada organisasi atau lembaga. Fungsi administrative, mengacu pada pemeneuhan syarat-syarat adminsitratif yang di tuntut terhadap setiapa tenaga atau pegawai, misalnya untuk promosi, pembinaan karir, memenuhi angka kredit dan sebagainya. Fungsi personal, lebih menekankan pada pembinaan kepribadian dan bimbingan personal untuk mengatasi kesulitan dan masalah dalam pekerjaan. Ketiga fungsi pelatihan ini saling kait mengait, karena setiap tenaga kerja dituntu agar memiliki kemampuan professional, memenuhi persyaratan administrative, dan kepribadian yang baik. ()

Fungsi pelatihan kerja sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 9 UU Ketenagakerjaan adalah untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kesejahteraan tenaga kerja. Yang dimaksud dengan peningkatan kesejahteraan disini adalah kesejahteraan bagi tenaga kerja yang diperoleh karena terpenuhinya kompetensi kerja melalui pelatihan kerja.

Adapun fungsi Pelatihan secara khusus dalam () sebagai berikut.

(a)    Pelatihan berfungsi memperbaiki perilaku (performance) kerja para peserta pelatihan itu;

(b)   Pelatihan berfungsi mempersiapkan promosi ketenagaan untuk jabatan yang lebih rumit dan sulit;

(c)    Pelatihan berfungsi mempersiapkan tenaga kerja pada jabatan yang lebih tinggi yakni jabatan pengawasan dan manajemen.

 

4)      Komponen pelatihan

Adapun komponen-komponen pelatihan diantaranya tujuan pelatihan, peserta, program pelatihan, kurikulum pelatihan, metodologi pelatihan,  praktek kerja lapangan, pelatih, pemantauan pelatihan, penilaian pelatihan, kepemimpinan pelatihan, dan paska pelatihan.

Selanjutnya komponen-komponen pelatihan sebagaimana dijelaskan oleh Mangkunegara (2005) dalam situs (http://teorionline.wordpress.com/2010/06/27/pelatihan-sdm/) terdiri dari :

 

(a)    Tujuan dan sasaran pelatihan dan pengembangan harus jelas dan dapat di ukur

(b)   Para pelatih (trainer) harus ahlinya yang berkualitas memadai (profesional)

(c)    Materi pelatihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak di capai

(d)   Peserta pelatihan dan pengembangan (trainers) harus memenuhi persyaratan yang ditentukan.

 

5)      Model Pelatihan

Model pelatihan adalah suatu bentuk pelaksanaan pelatihan yang di dalamnya terdapat pelatihan dan tata cara pelaksanaannya. Berdasarkan kategori dan jenis pelatihan lalu ditentukan satu model pelatihan. Model-model pelatihan tersebut adalah sebagai berikut:

(a)    Public Vocational Training (refreshing course)

Tujuannya adalah memberikan latihan kepada calon tenaga kerja. Pelatihan dikaitkan dengan kebutuhan organisasi, dan diselenggarakan di luar organisasi atau perusahaan.

(b)   Apprentice Training

Pelatihan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan arus pegawai baru yang tetap dan serba bisa. Praktik kerja lapangan berlangsung dalam jangka waktu lama, dengan pengawasan terus menerus.

(c)    Vestibule Training (off the job training)

Latihan diselenggarakan dalam satu ruangan khusus yang berada di luar tempat kerja biasa, yang meniru kondisi-kondisi kerja sesungguhnya. Tujuannya untuk melatih tenaga kerja secara tepat.

(d)   On The Job Training (latihan sambil bekerja)

Tujuannya untuk memberikan kecakapan yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu sesuai dengan tuntututan kemampuan biar pekerjaan tersebut, dan sebagai alat untu kenaikan jabatan.

(e)    Pre Employment Training (Pelatihan Sebelum Penempatan)

Bertujuan mempersiapkan tenaga kerja sebelum ditempatkan atau ditugaskan pada suatu organisasi untuk memberikan latar belakang intelektual, mengembangakan seni berfikir, dan menggunakan akal.

(f)    Induction Training (latihan Penempatan)

Bertujuan untuk melengkapi tenaga baru dengan keterangan-keterangan yang diperlukan agar memiliki pengetahuan, tentang praktek dan prosedur yang berlaku di lingkungan organisasi atau lembaga tersebut.

(g)   Supervisory Training (Latihan Pengawas)

Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sebagai pengawas.

(h)   Understudy Training

Bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang cakap dalam jenis pekerjaan tertentu dengan cara bekerja langsung dalam pekerjaan bersangkutan, memberikan pelayanan sebagai seorang asisten atau pembantu.

(i)     Sistem Kepemagangan (Internship Training)

Bertujuan menyiapkan tenaga yang terdidik dan terlatih dengan cara menempatkan tenaga yang sedang disiapkan itu sebagai tenaga kerja pada suatu lembaga atau perusahaan selama jangka waktu tertentu dengan bimbingan tenaga ahli dari balai pelatihan dan staf para organisasi atau perusahaan tersebut.

Menurut (Simamora:2006 :278) yang dikutip melalui situs (http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2011/05/26/pelatihan-dan-pengembangan-sumber-daya-manusia-366366.html) ada lima jenis-jenis pelatihan yang dapat diselenggarakan:

 

(a)    Pelatihan Keahlian

Pelatihan keahlian (skils training) merupakan pelatihan yang sering di jumpai dalam organisasi. program pelatihaannya relatif sederhana: kebutuhan atau kekuragan diidentifikasi rnelalui penilaian yang jeli. kriteria penilalan efekifitas pelatihan juga berdasarkan pada sasaran yang diidentifikasi dalam tahap penilaian.

(b)   Pelatihan Ulang

Pelatihan ulang (retraining) adalah subset pelatihan keahilan. Pelatihan ulang berupaya memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang mereka butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah. Seperti tenaga kerja instansi pendidikan yang biasanya bekerja rnenggunakan mesin ketik manual mungkin harus dilatih dengan mesin computer atau akses internet

(c)    Pelatihan Lintas Fungsional

Pelatihan lintas fungsional (cros fungtional training) melibatkan pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjan yang ditugaskan.

(d)   Pelatihan Tim

Pelatihan tim merupakan bekerjasarna terdiri dari sekelompok Individu untuk menyelesaikan pekerjaan demi tujuan bersama dalam sebuah tim kerja.

(e)    Pelatihan Kreatifitas

Pelatihan kreatifitas(creativitas training) berlandaskan pada asumsi hahwa kreativitas dapat dipelajari. Maksudnya tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin yang berdasar pada penilaian rasional dan biaya dan kelaikan.

 

  1. Konsep Dasar Pengembangan

1)      Definisi Pengembangan

Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan kebituhan pekerjaan/ jabatan melalui pendidikan dan latihan. Adapun definisi pengembangan menurut para ahli yang tercantum dalam situ dibawah ini (http://developmentcountry.blogspot.com/2009/12/definisi-pengembangan.html) diantaranya:

 

Edwin B. Flippo mendefinisikan pengembangan sebagai berikut : “Pendidikan adalah berhubungan dengan peningkatan pengetahuan umum dan pemahaman atas lingkungan kita secara menyeluruh”,

Sedangkan Andrew F. Sikula mendefinisikan pengembangan sebagai berikut : “Pengembangan mengacu pada masalah staf dan personel adalah suatu proses pendidikan jangka panjang menggunakan suatu prosedur yang sistematis dan terorganisasi dengan mana manajer belajar pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan umum”.

Pengembangan Sumber Daya Manusia adalah suatu proses peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas dari semua penduduk suatu masyarakat (M.M. Papayungan, 1995: 109).”

 

Pengembangan SDM adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh perusahaan, agar pengetahuan, kemampuan, dan ketrampilan mereka sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan.

Cara mengembangkan pengetahuan karyawan adalah :

(a)    Banyak membaca buku, majalh dan surat kabar

(b)   Banyak mendengar ceramah-ceramah, siaran radio

(c)    Sering mengikuti rapat, diskusi, seminar

(d)   Terlibat secara aktif dalam acara-acara yang dilaksanakn perusahaan

(e)    Mengikuti pendidikan yang lebih tinggi

(f)    Sering melakukan komunikasi dengan rekan sekerja

                                          

2)      Tujuan Pengembangan

Tujuan pengembangan karyawan adalah untuk dapat memperbaiki efektifitas kerja karyawan dalam mencapai tujuan dan sasaran kerja. Perbaikan efektifitas kerja dapat dilakukan melalui : (1) peningkatan pengetahuan, (2) perbaikan keterampilan, (3) pembinaan sikap karyawan terhadap pekerjaannya, dan terhadap tugas-tugasnya.

Manfaat dan tujuan kegiatan pengembangan sumber daya manusia menurut Schuler (1992) dalam situs (http://chevichenko.wordpress.com/2009/11/26/tujuan-dan-manfaat-pengembangan-sumber-daya-manusia/) yaitu :

 

(a)    Mengurangi dan menghilangkan kinerja yang buruk

Dalam hal ini kegiatan pengembangan akan meningkatkan kinerja pegawai saat ini, yang dirasakan kurang dapat bekerja secara efektif dan ditujukan untuk dapat mencapai efektivitas kerja sebagaimana yang diharapkan oleh organisasi.

(b)   Meningkatkan produktivitas

Dengan mengikuti kegiatan pengembangan berarti pegawai juga memperoleh tambahan ketrampilan dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pelaksanaan pekerjaan mereka. Dengan semikian diharapkan juga secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas kerjanya.

(c)    Meningkatkan fleksibilitas dari angkatan kerja

Dengan semakin banyaknya ketrampilan yang dimiliki pegawai, maka akan lebih fleksibel dan mudah untuk menyesuaikan diri dengan kemungkinan adanya perubahan yang terjadi dilingkungan organisasi. Misalnya bila organisasi memerlukan pegawai dengan kualifikasi tertentu, maka organisasi tidak perlu lagi menambah pegawai yang baru, oleh Karena pegawai yang dimiliki sudah cukup memenuhi syarat untuk pekerjaan tersebut.

(d)   Meningkatkan komitmen karyawan

Dengan melalui kegiatan pengembangan, pegawai diharapkan akan memiliki persepsi yang baik tentang organisasi yang secara tidak langsung akan meningkatkan komitmen kerja pegawai serta dapat memotivasi mereka untuk menampilkan kinerja yang baik.

(e)    Mengurangi turn over dan absensi

Bahwa dengan semakin besarnya komitmen pegawai terhadap organisasi akan memberikan dampak terhadap adanya pengurangan tingkat turn over absensi. Dengan demikian juga berarti meningkatkan produktivitas organisasi.

 

 

3)      Aspek-aspek Pengembangan

Strategi Organisasi dan Pengembangan SDM

(a)    Pendekatan berdasarkan kebutuhan menganggap bahwa strategi pengembangan SDM adalah untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan keterampilan dalam kaitannya denga strategi organisasi, jadi pendekatan jenis ini bersifat reaktif.

(b)   Pendekatan oportunistik menganggap bahwa strategi pengembangan SDM lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dari pada faktor internal. Pada pendekatan ini dibuat ide pendahuluan untuk pengembangan SDM diorganisasi secara umum yang berasal dari studi kasus, benchmarking, dan lain-lain.

(c)    Pendekatan ketiga menganggap bahwa kapabilitas adalah kunci untuk mempertahankan keunggulan kompetitif, pendekatan ini bersifat proaktif, karena memfokuskan diri pada keadaan organisasi yang diinginkan dimasa mendatang.

 

Integrasi antara Strategi Pengembangan SDM dan Strategi SDM yang lain Didalam pengelolaan SDM, antara strategi fungsi SDM yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dilihat sebagai bagian yang terpisah, tetapi harus dilihat sebagai suatu yang komprehensif. Sebagai contoh adalah dampak strategi pengembangan SDM terhadap fungsI perekrutan dan seleksi, bila fungsi pengembangan SDM dapat mengembangkan karyawan dengan baik, maka tidak diperlukan mencari tenaga dari luar perusahaan, artinya tidak diperlukan perekrutan eksternal.

 

4)      Teknik Pengembangan

(a)    Orientasi Karyawan

Yaitu acara yang bersifat khusus dan formal dalam rangka memperkenalkan pekerjaan, rekan kerja, lingkungan kerja, target yang harus dicapai serta tujuan perusahaan secara umum.

(b)   Pelatihan Lansung di Tempat Kerja

Pelatihan seperti ini dikenal dengan on the job training, yaitu dengan cara meberikan pelatihan lansung pada karyawan di tempat kerjanya sendiri, biasanya materi disampaikan oleh karyawan senior atau atasan lansung (penyelia). Pelatihan seperti ini biasanya lebih efektif, karena karyawan menerima materi yang lansung dapat dipraktekan, selain itu juga lebih hemat biaya.

(c)    Pelatihan di Luar Tempat Kerja

Pelatihan seperti ini dikenal dengan off the job training, yaitu dengan cara memberikan materi di luar tempat kerja, seperti di laboratorium.

(d)   Magang

Merupakan perpaduan antara pelatihan di dalam dan di luar tempat kerja. Misalnya para peserta diberi teori diluar tempat kerja, lalu diberi kesempatan untuk mempraktekannya di tempat kerja masing-masing.

 

 

 

BAB III

ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING (AMT)

 

A. Konsep Achievement Motivation Training (AMT)

Achievement Motivation Training (AMT) adalah sebuah program pelatihan untuk pengembangan diri khususnya dalam hal peningkatan motivasi berprestasi pesertanya. Jadi yang dikembangkan oleh Achievement Motivation Training (AMT) adalah motivasi berprestasi-nya. Tujuan Achievement Motivation Training (AMT) ini bukan menilai kepribadian pesertanya, akan tetapi untuk membantu mengembangkan motif berprestasi pesertanya. Motif prestasi yang dikembangkan oleh Achievement Motivation Training (AMT) adalah suatu dorongan dalam diri seseorang yang membuatnya mencari kepuasan melalui usaha pencapaian yang bersifat prestatif (achieving).

Dalam dunia kerja, Achievement Motivation Training (AMT) didesain untuk membantu perusahaan dalam upaya meningkatkan kemampuan karyawannya dalam hal memotivasi diri secara efektif. Karyawan yang mampu menumbuhkan motivasi diri secara efektif akan sangat mempengaruhi kehidupan kerja sehari-hari dan kepuasan kerja. Dengan kemampuan tersebut, akan terpupuk semangat karyawan dalam beprestasi dan terus berusaha untuk memetik hasil terbaik.

Achievment Motivation Training dapat dijadikan sebagai solusi yang tepat bagi perusahaan atau organisasi dalam menjalankan program latihan dan pengembangan sumber daya manusianya. AMT ditujukan terutama pada karyawan atau SDM yang memiliki hasrat untuk meningkatkan prestasi, dengan menganalisa dan meneliti  isi dari pikiran seseorang dan mencoba memvisualisasikan sehingga karyawan dapat mengetahui kepribadiannya dan kekurangan serta kelebihannya, dan setelah itu dapat dilakukan tindakan korektif terhadap latihan dan pengembangan karyawan.

 

B. Tujuan Pelatihan

Menurut Mc Clelland dalam bukunya “The Achieving Society” yang dikutip dalam situs http://www.docstoc.com/docs/22043856/Achievement-Motivation-Training-dalam-Pelatihan-dan-Pengembangan mengemukakan bahwa tujuan AMT  itu adalah sebagai berikut:

1)      Untuk menentukan sasaran-sasaran yang mengandung tantangan namun realistis guna meningkatkan prestasi perusahaan

2)      Untuk mengembangkan dorongan untuk efisiensi dalam melakukan hal-hal secara lebih baik yang akan membantu para karyawan dalam berproduktivitas

3)      Untuk mengendalikan keterampilan-keterampilan yang diperlukan guna menjunjung rencana mereka untuk meningkatkan prestasi

4)      Untuk membantu keuangan peserta dalam memanfaatkan sumber daya keuangan dan teknis yang tersedia

AMT dalam pelaksanaannya dapat dilakukan dengan beberapa metode pelatihan dan pengembangan sekaligus. Dan trade off  dari setiap teknik dapat tercapai.

 

Tidak hanya itu, dengan kata lain training ini diharapkan karyawan dapat menggali potensi dirinya, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahannya sehingga tahu cara untuk memaksimalkan kekuatan yang dimilikinya dan meminimalkan kelemahannya agar menjadi pribadi yang berprestasi. Dengan karyawan yang berprestasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas individu dan perusahaan.

 

C. Manfaat Pelatihan

Pelaksanaan AMT ini sangat bermanfaat bagi perusahaan maupun untuk individu itu sendiri diantaranya adalah:

1)      Memahami potensi pribadi dan mengetahui cara memaksimalkannya agar menjadi kekuatan untuk menoreh prestasi.

2)      Memahami perbedaan sebagai hal yang alami yang dapat dijadikan kekuatan untuk dapat bekerja sama dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan bersama.

3)      Menimbulkan motivasi pada diri peserta agar dapat bekerja lebih produktif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

4)      Membuat individu mampu meningkatkan self confidence dan self motivation.

5)      Menumbuhkan kembali semangat kerja karyawan yang hilang

6)      Membuat individu mampu menumbuhkan sikap-sikap positif, kemampuan, dan ketrampilan diri.

7)      Menumbuhkan suasana kerja yang kondusif sesama karyawan & pimpinan

8)      Menumbuhkan sikap unggul pada diri karyawan

9)      Meningkatkan interpersonal skills.

10)  Memahami pentingnya bekerja

11)  Membentuk team work yang solid dalam bekerja

12)  Membantu perusahaan/manajemen dalam menjalankan roda bisnis

13)  Membuat individu mampu mengenal diri dan lingkungan.

 

 

  1. D.    Materi Pelatihan

Dalam menerapkan Achievement Motivation Training adapun materi yang diberikan diantaranya adalah:

1)      Pengenalan

Materi pengenalan ini diantaranya adalah bagaimana peserta mampi mengenal diri dan orang lain, serta dapat mengetahui keistimewaan dirinya.

2)      Motivasi Diri

Motivasi dapat disampaikan melalui materi kepada peserta bagaimana mengenal kemampuan diri, menanamkan dorongan positif di dalam diri, membangun dan memelihara motivasi untuk terus meraih prestasi terbaik sesuai dengan usaha yang dilakukan, serta sikap mental terhadap diri sendiri

3)      Pendukung Motivasi

Dalam pelatihan ini juga harus diberikan materi mengenai bagaimana memahami pentingnya bekerja, menemukan dukungan positif dari rekan kerja dan atasan, bagaimana bekerjasama dengan diri sendiri, bagaimana bekerjasama dengan anggota tim untuk meraih prestasi.

4)      Hambatan Motivasi

Dalam materi peningkatan motivasi, perlu dilihat pula hal-hal yang mampu menghambuat motivasi diantaranya adalah mengatasi rintangan sulit, menyingkirkan penghalang fisik dan psikologis untuk bekerja, menghadapi kegagalan dan belajar untuk berhasil, dan menghilangkan mental  block.

5)      Menumbuhkan Motivasi

Adapun hal-hal yang dijadikan sebagai materi pelatihan bagaimana menumbhkan motivasi diantaranya dengan menumbuhkan persepsi “Saya adalah Pribadi Unggul”, mampu menghormati diri sendiri dan dapat menerima Perbedaan

6)      Goal Setting dan Achievement Planning

Adapun materi dalam pelatihan ini yaitu bagaimana peserta mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan asupan materu pencapaian prestasi kecil demi prestasi kecil dan prestasi bersama

7)      Kasus dan Simulasi

Materi dalam AMT dapat diterapkan melalui kasus dan simulasi dengan menerapkan materi cara menumbuhkan motivasi dan bagaimana menjadi motivator bagi diri sendiri dan orang lain

 

E. Metode Pelatihan

Program training akan dilakukan secara interaktif dan menggunakan kombinasi berbagai metode pembelajaran yang mencakup:

1)       Konsep/Lecture

2)       Case Study

3)       Discussion

4)       Role Play

5)       Games

6)       Film

7)       Self Assessment

 

F. Teknik-teknik Pelatihan dan pengembangan

Program-program latihan dan pengembangan dirancang untuk meningkatkan prestasi kerja, mengurangi absensi dan perputaran, serta memperbaiki kepuasaan kerja, ada beberapa kategori pelatihan dan pengembangan: baik dari yang sudah-sudah dan uang adalah sebagai alat pengukur belaka dan bukan suatu yang intensif dari hasil prestasinya.

Dalam AMT meliputi tiga dasar motif yang perlu diketahui sebagai dasar tingkah laku seseorang, diantaranya adalah:

1)   Motif berprestasi (Achievement Motive)

Motif berprestasi adalah dasar dari tingkah laku yang mengutamakan prestasi dari seseorang. Bila seseorang berpikir yang khas untuk berbuat yang lebih baik, mencapai prestasi yang tinggi. Seseorang bersikap demikian tidak saja tentang apa yang akan dicapai, tetapi juga mengetahui rintangan-rintangan yang akan dihadapi dan sampai berapa jauh ia akan sukses atau gagal. Hasil penelitian empiris menunjukkan bahwa mereka yang berhasil dalam kerja dan usaha adalah mereka yang memiliki hasrat berprestasi yang tinggi. “prestasi dalam organisasi dan perusahaan”

Penanaman tentang pentingnya prestasi bagi karyawan sangat diperlukan perusahaan dalam latihan dan pengembangan karyawan. Hal ini dapat dilakukan dengan penghargaan dan pengakuan prestasi kerja oleh perusahaan atau organisasi. Penanaman hasrat untuk berprestasi akan dapat memacu daya kreativitas sebagai kunci dari sebuah prestasi.

Penanaman prestasi ini dimaksudkan untuk memiliki karyawan yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi yaitu :

(a)    Karyawan yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi memiliki rasa tanggung jawab tinggi terhadap pelaksanaan tugas atau mencari solusi atas permasalahan.

(b)      Karyawan yang memiliki kebutuhan prestasi tinggi cenderung menetapkan tingkat kesulitan tugas yang moderat dan memperhitungkan resiko.

(c)      Karyawan yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi memiliki keinginan yang kuat untuk memperoleh umpan balik atau tanggapan atas pelaksanaan tugasnya. Mereka ingin tahu seberapa baik  mereka telah mengerjakannya, dan mereka sangat antusias untuk mendapatkan umpan balik tidak peduli apakah hasilnya baik atau buruk.

 

2)   Motif Afiliasi atau Persahabatan (Affiliation Motive)

Apabila seseorang selalu berpikir akan kehangatan, kedekatan, dan kesenangan dalam bergaul dengan rekan kerjanya, mereka dinamakan memiliki hasrat berafiliasi yang tinggi. Sesorang yang diliputi oleh hal-hal terseburt biasanya lebih mengutamakan perasaan orang lain dan keinginan untuk saling bekerja sama.

Kebutuhan afiliasi merupakan suatu keinginan untuk melakukan hubungan yang bersahabat dan hangat dengan orang lain. Kebutuhan ini sama dengan kebutuhan sosial dari Maslow. Untuk mengembangkan organisasi harus mengembangkan konsep manajemen kemanusiaan. Dan dari sini akan didapatkan karyawan yang memiliki motif afiliasi yang tinggi dengan:

(a)    Memiliki sense of belonging (rasa memiliki) terhadap perusahaan atau organisasi

(b)   Karyawan baru lebih mudah dalam bersosialisasi dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya

(c)    Karyawan dapat bekerja sama dengan karyawan atau unit lainnya, sehingga pekerjaan dapat efektif dan efisien serta produktivitas tinggi

(d)   Antar karyawan akan tercipta lingkungan kerja yang nyaman dengan nilai persahabatan, kehangatan, kedekatan, dan kesenangan dalam bergaul dengan rekan kerjanya.

 

3)   Motif Berkuasa (Power Motive)

“Seseorang yang selalu berpikir untuk bagaimana mempengaruhi, mengendalikan orang lain, dikatakan memiliki hasrat berkuasa yang menonjol, ia memperoleh kepuasaan bila ia berhasil mempengaruhi tingkah laku orang lain dan menyenangi bila pengaruhnya bertambah dan mengharapkan situasi-situasi yang berhubungan dengan reputasi dan prestise”

Disini perusahaan atau organisasi harus mengelola pola persaingan antar karyawan sehingga akan didapat persaingan yang sehat. Pengenalan akan motif berkuasa atau memimpin penting bagi karyawan dalam karier dimasi yang akan datang. Hal ini dapat ditempuh dengan latihan dasar kepemimpinan misalnya, dimana karyawan dilatih memimpin baik untuk dirinya sendiri  maupun kelompoknya. Dari sini diharapkan akan didapatkannya:

(a)    Karyawan yang berhasrat untuk bersaing dalam memperoleh suatu jabatan

(b)   Karyawan yang memegang jabatan adalah orang yang benar-benar  terpilih dan siap dengan jabatan yang diembannya

(c)    Regenerasi yang baik perpindahan dan rotasi jabatan

 

G. Harapan dari Achievement Motivation Training

Menyadari pentingnya karyawan atau sumber daya yang berkualitas dan profesional terhadap jabatan dan tugasnya, sehingga didapat efektifitas dan efisiensi sumber daya dan produktivitas yang tinggi dalam mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Maka latihan dan pengengembangan karyawan merupakan hal yang wajib dilaksanakan perusahaan sebagai investasi jangka panjang.

AMT merupakan program yang cocok digunakan oleh organisasi dalam mengadakan program latihan dan pengembangan karyawan. Dari AMT  berdasarkan latihan dan pengembangan diharapkan didapat manfaat sebagai berikut:

1)      Dalam hal pola pemikiran

(a)    Karyawan lebih produktif dalam kerja

(b)   Rasa tanggung jawab yang besar terhadap tugas dan pekerjaannya

(c)    Karyawan lebih disiplin dalam bekerja dan mengusahakan efisiensi waktu

(d)   Tidak cepat puas dengan apa yang dicapau (hasrat prestasi tinggi)

(e)    Mempunyai kepercayaan diri

(f)    Timbul kesadaran untuk kerja sama demi kemajuan perkembangan usaha

(g)   Lingkungan kerja yang kondusif bagi karyawan dapat tercapai

 

2)      Kemampuan dan keterampilan

(a)    Karyawan memiliki kemampuan sesuai dengan bidang yang ditekuni

(b)   Karyawan mampu menyesuaikan sosial dalam lingkungan kerja dan jenis pekerjaannya.

(c)    Peningkatan kualitas kerja

 

3)      Perbandingan pertumbuhan dan perkembangan sesudah dan sebelumnya

(a)    Produktivitas kerja yang efektif dan efisien

(b)   Berkurangnya perputaran tenaga kerja yang memakan tenaga, waktu dan dan yang besar

(c)    Penambahan volume produksi maupun alat produksi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

  1. A.    Kesimpulan

Setelah pemaparan materi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa  pelatihan dan pengembangan diperlukan untuk suatu perusahaan. Hal ini melihat bahwa kunci keberhasilan suatu lembaga atau organisasi yaitu sumber daya manusia yang berkualitas. Faktor pendorong kualitas sumber daya manusia dalam suatu perusahaan diantaranya adalah kebutuhan manusia, kompensasi, komunikasi, kepemimpinan, pelatihan dan prestasi. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan mampu mendorong motivai dari pegawai itu sendiri untuk meningkatkan prestasi kerja guna meningkatkan produktivitas perusahaan.

Achievement Motivation Training (AMT) dapat dikatakan sebagai pelatihan yang ditujukan agar peserta pelatihan mampu menumbuhkan motivasi kerja. Tujuan  Dengan ini dapat terlihat bahwa motivasi dijadikan sebagai faktor yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pegawai. Hal ini dapat menggambarkan sejauhmana faktor-faktor yang mampu menghambat pegawai dalam meningkatkan prestasi kerja. Dengan berbagai metode yang digunakan, AMT dapat memberikan solusi bagi perusahaan untuk menganalisis  kelebihan dan kelemahan dari pegawainya guna meningkatkan prestasi.

 

  1. B.     Saran

Dengan melihat urgensi dari Achievement Motivation Training (AMT), penulis dapat memberikan saran diantaranya adalah:

1)      Achievement Motivation Training (AMT) ini sebaiknya diterpkan baik di lembaga pendidikan maupun di perusahaan

2)      Achievement Motivation Training (AMT) sebaiknya dilakukan tidak hanya ketika perusahaan melihat kinerja pegawainya menurun, tetapi bagaimana tetap mempertahankan dan meningkatkan motivasi pegawai guna meningkatkan produktivitas perusahaan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arep, Ishak. (2004). Manajemen Motivasi. Jakarta: PT. Gramedia

 

 

Hamalik, Oemar. (2007). Manajemen Pelatihan dan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. Jakarta: PT. Bumi Aksara

 

 

___. 2010. Manajemen SDM. [Online]. Tersedia: http://epsmanajemensdm.blogspot.com/2010/08/pelatihan-dan-pengembangan-dalam.html (23 April 2013)

 

 

___. 2012. Achievement Motivation Training. [Online]. Tersedia: http://www.informasi-training.com/achievement-motivation-training-6 (23 April 2013)

 

 

Sulaiman. 2008. Pelatihan dan Pengembangan SDM. [Online]. Tersedia:  http://sulaiman.blogdetik.com/2008/10/06/su7as-pelatihan-dan-pengembangan-sdm/ (23 April 2013)

 

 

Warsito, Joko dkk. 2010. Achievement Motivation Training Pelatihan dan Pengembangan. [Online]. Tersedia: http://www.docstoc.com/docs/22043856/Achievement-Motivation-Training-dalam-Pelatihan-dan-Pengembangan  (23 April 2013) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s