Archive | May 2013

PROFESIONALISASI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH

PROFESIONALISASI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH

 

MAKALAH

 

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok dalam matakuliah Profesionalisasi Administrasi Pendidikan

Dosen Pengampu:

  1. Drs. H. Daman Hermawan, M. Pd
  2. Dr. H. Endang Herawan, M. Pd
  3.  Elin Rosalin, M. Pd

 

 

 

 

 

Disusun oleh:

Kelompok 3

  1. Berlian Nurlianti            (1003056)
  2. Desi Nur Arifah             (1006733)
  3. Dina Juliana                   (1000487)
  4. Fanny Silviane               (1005805)
  5. Fauziah Azam                (1005949)
  6. Fitria Caesaria                (1001455)
  7. Gita Nuryuniarti             (1000483)
  8. Niko A. Pratama                        (0803028)
  9. Reffita Rahmat              (1006632)
  10. Riska Dwi Gusriyani      (1002912)

 

ADMINISTRASI PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2013

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia serta Inayah-Nya berupa kesehatan, kesempatan Iman dan Islam, sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan Makalah dengan judul “Profesionalisasi Tenaga Administrasi Sekolah”. Tak lupa juga sholawat serta salam tetap kita curahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kebodohan menuju zaman kemajuan ilmu pengetahuan.

Makalah ini diajukan sebagai salah satu syarat penilaian matakuliah Profesionalisasi Administrasi Pendidikan dengan dosen pengampu Drs. H. Daman Hermawan, M. Pd. Dengan segala keterbatasan yang ada kelompok sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kelompok mengharapkan kritik dan saran yang konstrukrif dari berbagai pihak untuk proses pengembangan makalah ini dimasa yang akan datang.

            Tak lupa kelompok mengucapkan terima kasih banyak kepada:

  1. Dosen Mata Kuliah Profesionalisasi Administrasi Pendidikan yakni Drs. H. Daman Hermawan, M. Pd; Dr. H. Endang Herawan, M. Pd; dan Elin Rosalin, M. Pd;
  2. Orangtua dari seluruh anggota kelompok; dan
  3. Pihak-pihak yang telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

            Kelompok juga memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala kekurangan dan kelemahan makalah ini. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, dan kekurangan hanyalah kekhilafan yang biasa yang kita lakukan sebagai manusia yang Allah SWT ciptakan. Akhir kata kelompok berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca maupun pengembang.

 

 

 

 

Bandung, April 2013

 

 

Kelompok 3

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

 

BAB I          PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Tujuan
  3. Dasar Hukum

 

BAB II    KAJIAN TEORI

1        

2        

A.       Konsep Dasar Profesi

B.       Profesionalisasi Tenaga Administrasi Sekolah

 

BAB III  IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

  1. Identifikasi Pemecahan Masalah
  2. Analisis Alternatif Pemecahan Masalah

 

BAB IV  KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan  
  2. Saran

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.      Latar Belakang

Pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah merumuskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjelaskan bahwa pendidikan dilakukan agar mendapatkan tujuan yang diharapkan bersama yaitu:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (Pasal 3 UU RI No 20/ 2003).

 

Dari penjelasan pendidikan yang telah dijelaskan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 sangatlah jelas bahwa pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam mewujudkan tujuan tersebut dibutuhkan tenaga ahli. Hal ini juga mendukung adanya tenaga administrasi dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat khususnya kepada konsumen pendidikan. Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah saat ini dijadikan sebagai pusat pelayanan publik dalam meningkatkan pencitraan sekolah karena para tenaga administrasi sekolah merupakan pusatnya dalam mengelola pendidikan. Dengan kata lain dapat dikatakan juga sebagai dapur informasi sekolah.

Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah dalam hal ini menempati peran penting sebagai tenaga kependidikan dengan tugasnya yang bukan hanya sekedar membantu sekolah dalam urusan administrasi melainkan meliputi beberapa kegiatan penting dalam pengembangan kualitas sekolah seperti pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis. Dengan kata lain Tenaga Administrasi Sekolah ini bertugas bertugas sebagai pendukung berjalannya proses pendidikan di sekolah melalui layanan administratif guna terselenggaranya proses pendidikan yang efektif dan efisien di sekolah.

Atas dasar pentingnya peran Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah dalam kegiatan penyelenggaraan pendidikan, maka disini kelompok akan membahas makalah dengan judul “Profesionalisasi Tenaga Administrasi Sekolah”.

 

  1. B.       Tujuan

Tujuan daripada penulisan makalah ini, antara lain:

1)        Untuk mengetahui konsep dasar profesi atau keprofesian;

2)        Untuk mengetahui konsep profesionalisasi Tenaga Administrasi Sekolah;

3)        Untuk menganalisis kedudukan profesi Tenaga Administrasi Sekolah;

4)        Untuk menganalisis struktur kelembagaan Tenaga Administrasi Sekolah; dan

5)        Untuk memberikan alternatif pemecahan terhadap permasalahan Tenaga Administrasi Sekolah;

 

  1. C.      Dasar Hukum

Dasar hukum yang menjadi dasar pelaksanaan Tenaga Administrasi Sekolah, antara lain:

1)        Pancasila;

2)        Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

3)        Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

4)        Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

5)        Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil;

6)        Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

7)        Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah; dan

8)        Peraturan Menteri Pedidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

 

  1. A.      Konsep Dasar Profesi

Profesi ditinjau secara etimologi, berasal dari bahasa inggris yaitu Profession atau bahasa latin Profecus yang artinya mengakui, adanya pengakuan, menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan secara terminologi, profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi sebagai pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental, yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrumen untuk melakukan perbuataan praktis, bukan pekerjaan manual.  Selanjutnya Gilley dan Eggland dalam sebuah situs internet dengan alamat http://iwan-rio-purba.blogspot.com/2010/11/profesionalisasi-pendidikan.html, mendefinisikan “profesi sebagai bidang usaha manusia berdasarkan pengetahuan, dimana keahlian dan pengalaman pelakunya diperlukan oleh masyarakat.”

Dalam keberadaannya ini, profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan atau menuntut keahlian, menggunakan teknik-teknik, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian itu didapat melalui pendidikan dan pelatihan khusus dalam waktu yang lama. Profesi itu pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Ciri-ciri atau karakteristik suatu profesi menurut Oteng Sutisna dalam Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional (1989: 360), terdapat beberapa indikator yang menjadi karakteristik sebuah profesi, diantaranya:

a)    Suatu dasar ilmu atau teori yang sistematis

b)   Kewenangan profesional yang diakui oleh klien

c)    Sanksi dan pengakuan masyarakat akan keabsahan kewenangannya

d)   Kode etik yang regulatif

e)    Kebudayaan profesi

f)    Persatuan profesi yang kuat dan berpengaruh.

 

Selanjutnya karakteristik profesi berdasarkan pemaparan Liebermen dalam situs internet dengan alamat http://fikriauliafikri.wordpress.com/2011/ 04/12/konsep-profesionalisasi/ yaitu sebagai berikut :

(1)     A unique, definite and essential (suatu pelayanan yang khas, tertentu dan mendasar, pelayanan yang dalam pelaksanaannya dapat diidentifikasi dari pelayanan lain);

(2)     An emphasis upon intellectual techniques in performing its service (suatu yang menekankan atas teknik-teknik intelektual dalam pelayanannya);

(3)     A long period of specialized training (profesi ditempuh melalui latihan dalam periode waktu yang panjang);

(4)     A broad range of autonomy for both the individual practitioners and occupation group as a whole (suatu lapangan ekonomi yang luas baik bagi para individu-individu praktisi maupun bagi kelompok kerja sebagai suatu keseluruhan);

(5)     As acceptance by practitioners of road personal responsibility for judgment made and acts performed with in the scope of profession autonomy (sebagai penerimaan oleh praktisi-praktisi atas tanggung jawab personal yang luas terhadap keputusan yang dibuat dan tindakan-tindakan yang dilakukan dalam ruang lingkup otonomi profesional);

(6)     An emphasis upon the service to be rendered rather than the economic gain to the practitioners as the basis for organization and performance of the social service delegated to the occupational group (suatu penekanan atas pelayanan yang diberikan daripada ganjaran ekonomis dan penampilan pelayanan sosial terhadap kelompok kerja);

(7)     A comprehensive self governing organization of practitioners (suatu organisasi praktisi yang menyeluruh dalam mengelola organisasi secara mandiri);

(8)     A code of ethics which has been classified and interpreted without ambiguous and doubtful points (suatu kode etik yang telah diklasifikasi dan ditafsirkan dengan pengertian yang tidak kabur).

 

Berdasarkan karakteristik profesi yang dikemukakan oleh dua ahli di atas, maka dalam hal ini bisa dilihat akan perlunya pemenuhan karakteristik tersebut untuk mencapai suatu profesi yang ideal. Orang yang menyandang suatu profesi disini dapat disebut sebagai seseorang yang bekerja secara profesional yang dapat menampilkan unjuk kerja sesuai dengan profesinya. Seseorang yang bekerja secara profesional bila orang tersebut memiliki: kemampuan (ability) dan motivasi (motivation). Kemampuan dan motivasi merupakan dua faktor yang sangat menentukan profesionalitas seseorang. Profesionalitas dengan demikian menunjuk kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas-tugasnya. Sebutan profesionalitas lebih menggambarkan suatu keadaan derajat keprofesian seseorang dilihat dari sikap, pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. Motivasi terkait dengan profesionalisme yaitu sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Pada dasarnya profesionalisme itu merupakan motivasi intrinsik pada diri guru sebagai pendorong.

 

  1. B.       Profesionalisasi Tenaga Administrasi Sekolah

Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) merupakan salah satu tenaga kependidikan dalam sekolah. Dalam hal ini Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) bisa didefinisikan sebagai sumberdaya manusia di sekolah yang tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar namun berperan dalam mendukung kelancaran proses pembelajaran dan administrasi sekolah. Berdasarkan pemaparan Depdiknas (2001) dalam situs internet dengan alamat http://smpn29samarinda.wordpress.com/2009/02/24/peranan-dan-fungsi-tenaga-administrasi-sekolahmadrasah-dan-upaya-mengefektifkannya/, bahwa terdapat beberapa fungsi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS), diantaranya sebagai berikut:

  1. Membantu kepala sekolah/madrasah dalam kegiatan administrasi (urusan surat menyurat, ketatausahaan) sekolah/madrasah yang berkaitan dengan pembelajaran,
  2. Pelaksana urusan kepegawaian bertugas membantu dalam kegiatan atau kelancaran kepegawaian baik pendidik maupun tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah/madrasah,
  3. Pelaksana urusan keuangan bertugas membantu dalam mengelola keuangan sekolah/ madrasah.
  4. Pelaksana urusan perlengkapan/logistik bertugas dalam mengelola perlengkapan/logistik sekolah/ madrasah,
  5. Pelaksana sekretariat dan kesiswaan bertugas membantu Kepala Tata Usaha/ Kepala Subbagian Tata Usaha dalam mengelola kesekretariatan dan kesiswaan.

 

a)      Tugas dan Tanggung Jawab Tenaga Administrasi Sekolah

Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah merupakan salah satu bagian daripada tenaga kependidikan yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari efektifitas program sekolah. Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah merupakan non teaching staff dikenal dengan sebutan staf tata usaha (TU) yang bertugas sebagai pendukung berjalannya proses pendidikan di sekolah melalui layanan administratif guna terselenggaranya proses pendidikan yang efektif dan efisien di sekolah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 39 ayat 1 telah dipaparkan bahwa “Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.”

Berdasarkan lampiran Permendiknas No. 24 Tahun 2008, secara lengkap Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah ini terdiri dari Kepala Tenaga Administrasi SD/MI/SDLB; Kepala Tenaga Administrasi SMP/MTS/SMPLB; Kepala Tenaga Administrasi SMA/MA/SMK/MAK/ SMALB; Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian; Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan; Pelaksana Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana; Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat; Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan; Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan; Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum; Pelaksana Urusan Administrasi Umum untuk SD/MI/SDLB; Penjaga Sekolah/Madrasah; Tukang Kebun; Tenaga Kebersihan; Pengemudi; dan Pesuruh. Berikut tugas tanggung jawab dari masing-masing pekerjaan dalam Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, diantaranya:

(2)     Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah

Dalam hal ini Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah bertugas memimpin pelaksanaan urusan tata usaha meliputi rumah tangga sekolah, pelengkapan pendidikan, kepegawaian, dan keuangan. Secara lebih rinci, tugas Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, diantaranya:

  • Menyusun program tahunan ketenagaadministrasian sekolah yang mengacu pada program tahunan sekolah dan program sekolah jangka menengah maupun jangka panjang
  • Menyusun rincian tugas Tenaga Administrasi Sekolah sesuai dengan kondisi yang ada
  • Melakukan pengontrolan internal ketenagaadministrasian sekolah
  • Memelihara jalannya pekerjaan adminsitrasi sekolah dengan baik
  • Mengarahkan, membimbing, dan mengembangkan staf Tenaga Administrasi Sekolah
  • Menyelesaikan permasalahan administrasi sekolah
  • Pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan erat dengan urusan Kepala Tenaga Administrasi Sekolah

 

(3)     Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian

Melaksanakan Administrasi Kepegawaian, bertanggung jawab kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Mengisi Buku Induk Pegawai
  • Melengkapi File Pegawai
  • Menyusun Daftar Urut Kepangkatan
  • Mengurus kenaikan pangkat / gaji berkala
  • Menyelesaikan administrasi mutasi pegawai
  • Menyelesaikan administrasi pensiun
  • Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan erat dengan urusan administrasi kepegawaian

 

(4)     Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan

Melaksanakan seluruh Administrasi Keuangan Sekolah, meliputi keuangan rutin/UYHD/BOPS, Dana BOS, Dana Komite Sekolah dan Dana dari sumber lainnya, bertanggung jawab langsung kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Mencatat dan membukukan setiap penerimaan dan pengeluaran uang sesuai dengan peraturan yang berlaku
  • Mengarsipkan seluruh bukti pengeluaran (mis: kuitansi dan SPJ) dan menyusunnya secara teratur
  • Menghitung ulang jumlah pemasukan dan pengeluaran secara teliti
  • Melaporkan keadaan keuangan sekolah kepada Kepala Sekolah dan Komite Sekolah, dan kepada Dinas Pendidikan setempat secara periodik
  • Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan erat dengan urusan administrasi keuangan sekolah

 

(5)     Pelaksana Urusan Sarana dan Prasarana

Melaksanakan Administrasi Inventarisasi dan Kelengkapan sekolah bertanggung jawab kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Membuat data dan inventaris sarana yang meliputi: luas tanah, gedung, barang-barang inventaris sekolah serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran secara teratur, Pendataan perabot dan perlengkapan sekolah yang rusak
  • Mengerjakan/membuat penghapusan barang
  • Menerima dan mencatat pembelian ATK
  • Memelihara sarana dan prasarana sekolah seperti yang diamanatkan oleh PP 19 Pasal 47, Ayat (1) dan (2)
  • Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan urusan sarana prasarana

 

(6)     Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Melaksanakan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

, bertanggung jawab kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Melakukan surat menyurat dengan stakeholders sekolah
  • Membuat dan mengedarkan surat hubungan kerja sama dengan pihak-pihak terkait
  • Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan urusan hubungan masyarakat.

 

(7)     Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan

Melaksanakan Administrasi Persuratan, bertanggung jawab kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Mengagendakan surat-surat masuk
  • Mengagendakan surat-surat keluar
  • Mengisi kartu disposisi surat masuk dan menyampaikannya kepada Kepala Sekolah untuk ditindaklanjuti
  • Mengarsipkan surat-surat masuk dan keluar pada file yang berbeda
  • Mengarsipkan segala bentuk administrasi sekolah baik dalam bentuk hard copy maupun dalam bentuk soft copy
  • Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan administrasi persuratan dan pengarsipan

 

 

(8)     Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan

Melaksanakan Administrasi Kesiswaan, bertanggung jawab kepada Kepala Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Pengisian Buku Induk peserta didik
  • Pengisian Buku Klaper
  • Pengisian Buku Mutasi peserta didik
  • Pembuatan Kohort
  • Pembuatan Daftar peserta didik per kelas
  • Pembuatan nomor Induk peserta didik
  • Penyusunan daftar peserta Ujian Nasional
  • Pencatatan ketidakhadiran siswa
  • Pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan urusan administrasi kesiswaan

 

(9)     Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum

Melaksanakan Administrasi Kurikulum, bertanggung jawab kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Bekerja sama dengan Wakil Kepala Sekolah dalam:
  • pengadministrasian kelengkapan kurikulum,
  • berdasarkan input dari guru, memasukkan nilai ke dalam file nilai baik secara manual maupun digital,
  • pembuatan daftar peserta Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional
  • Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan administrasi kurikulum

 

(10) Pelaksana Urusan Administrasi Umum untuk SD/MI/SDLB

Melaksanakan Ketatata Usahaan Sekolah dan bertanggung jawab kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Menyusun Program Kerja tata usaha sekolah
  • Pengelolaan keuangan sekolah
  • Pengurusan administrasi ketenagaan dan siswa
  • Pembinaan dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah
  • Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah
  • Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah
  • mengkoordinasikan dan melaksanakan 7 K
  • Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan, pengurusan ketataushaan secara berkala.

 

(11) Penjaga Sekolah/ Madrasah

Bertugas menjaga keamanan sekolah dan lingkungan agar tercipta suasana aman, tertib, nyaman, dan berwibawa, bertanggung jawab kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Memeriksa kelengkapan kendaraan (surat-surat dan peralatan) yang diperlukan untuk kelancaran melaksanakan tugas
  • Mengatasi hal-hal yang menggangu keamanan dan ketertiban sekolah
  • Mengamankan pelaksanaan kegiatan sekolah
  • Menjaga ketenangan dan keamanan kompleks sekolah pada waktu siang dan malam hari
  • Mengisi buku catatan kejadian gangguan keamanan dan ketertiban sekolah
  • Melaporkan dengan cepat kejadian gangguan keamanan sekolah  dan hal-hal lain yang terkait dengan tugasnya
  • Mengawasi keluar dan masuknya orang, barang, kendaraan di lingkungan sekolah
  • Mencatat dan mengatur tamu ke tempat yang dituju
  • Merwat peralatan penunjang tugas mengamankan sekolah
  • Mengawal kegiatan kedinasan guru dan siswa di luar lingkungan sekolah
  • Mengawal bendahara sekolah pada saat melakukan transaksi keuangan si luar sekolah
  • Menjaga kebersihan posko keamanan sekolah
  • Mengoprasikan peralatan pemadam kebakaran

 

(12) Tukang Kebun

Bertugas membersihkan dan memelihara taman kebun, bertanggung jawab kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Menjaga kebersihan taman dan kebun sekolah
  • Mengusulkan kebutuhan taman dan kebun sekolah
  • Mengusulkan jenis tanaman, pupuk, dan pembasmi hama yang diperlukan
  • Memelihara, menyiram, memupuk, dan menata tanaman
  • Memberantas hama dan penyakit tanaman
  • Merawat infrastruktur halaman sekolah, seperti: pagar, saluran air, jalan, tiang bendera, dan lain-lain
  • Memelihara dan memperbaiki peralatan kebun
  • Membuang sampah kebun dan kotoran sekolah ke tempat sampah
  • Melaporkan kegiatan dan peralatan taman/ kebun yang menjadi tanggungjawabnya

 

(13) Tenaga Kebersihan

Bertugas membersihkan dan memelihara kebersihan, bertanggung jawab kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Mengusulkan kebutuhan bahan dan alat untuk menunjang kebersihan sekolah
  • Membersihkan ruang kelas, ruang praktek, kantor, selasar teras, kamar mandi, WC, dokumen, dan barang-barang sekolah

 

(14) Pengemudi

Bertugas menyiapkan dan mengemudikan kendaraan dinas dengan aman dan lancar, bertanggung jawab kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas diantaranya:

  • Memeriksa kelengkapan kendaraan (surat-surat dan peralatan yang diperlukan untuk kelancaran melaksanakan tugas)
  • Memeriksa mesin dan kebersihan kendaraan secara rutin
  • Memeriksa dan mengganti pelumas, suku cadang, mengisi bahan bakar, dan tekanan angin kendaraan
  • Mengurus dan memperpanjang surat kendaraan
  • Menjemput dan mengantar tamu dinas
  • Mengantar menjemput guru untuk monitoring siswa ke tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL), magang, dan keperluan dinas lainnya
  • Mengisi buku penggunaan kendaraan
  • Memperbaiki kerusakan ringan kendaraan
  • Melaporkan kerusakan berat kendaraan/ perlu penggantian suku cadang

 

(15) Pesuruh

Bertugas untuk mengantar surat dan melaksanakan tugas lainnya sesuai perintah atasan, bertanggung jawab kepada Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah, dengan rincian tugas sebagai berikut:

  • Menyusun ekspedisi pengantaran surat-surat keluar untuk disampaikan ke alamatnya
  • Mengatur surat-surat, dokumentasi, atau barang-barang keluar sesuai alamatnya masing-masing
  • Mencatat tanda surat-surat keluar di dalam buku ekspedisi
  • Menyiapkan ruangan rapat/ pertemuan atau ruang praktek siswa
  • Menyiapkan dan menyajikan minum Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru, pegawai, dan tamu sekolah
  • Membayar rekening listrik, air PAM, telepon, dan lain-lain
  • Membuang sampah bersama dengan petugas kebersihan
  • Membersihkan saluran air (selokan) bersama petugas kebersihan

 

b)     Kualifikasi Tenaga Administrasi Sekolah

Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008, Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah terdiri dari kepala tenaga administrasi sekolah/ madrasah, pelaksana urusan dan petugas layanan khusus. Berikut beberapa kualifikasi dari masing-masing bagian Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah.

(a)      Kepala Tenaga Administrasi SD/MI/SDLB

Kepala tenaga administrasi SD/MI/SDLB dapat diangkat apabila sekolah/ madrasah memiliki lebih dari 6 (enam) rombongan belajar. Kualifikasi kepala tenaga administrasi SD/MI/SDLB adalah sebagai berikut:

  1. Berpendidikan minimal lulusan SMK atau yang sederajat, program studi yang relevan dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal 4 (empat) tahun.
  2. Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.

(b)     Kepala Tenaga Administrasi SMP/MTs/SMPLB

Kepala tenaga administrasi SMP/MTs/SMPLB berkualifikasi sebagai berikut:

  1. Berpendidikan minimal lulusan D3 atau yang sederajat, program studi yang relevan, dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/ madrasah minimal 4 (empat) tahun.
  2. Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.

(c)      Kepala Tenaga Administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB

Kepala tenaga administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB berkualifikasi sebagai berikut:

  1. Berpendidikan S1 program studi yang relevan dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal 4 (empat) tahun, atau D3 dan yang sederajat, program studi yang relevan, dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal 8 (delapan) tahun.
  2. Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.

(d)     Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian

Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat, dan dapat diangkat apabila jumlah pendidik dan tenaga kependidikan minimal 50 orang.

(e)      Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan

Berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK, program studi yang relevan, atau SMA/MA dan memiliki sertfikat yang relevan.

(f)      Pelaksana Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana

Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.

(g)     Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat, dan dapat diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal 9 (sembilan) rombongan belajar.

(h)     Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan

Berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK, program studi yang relevan.

(i)       Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan

Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan dapat diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal 9 (sembilan) rombongan belajar.

(j)       Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum

Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal 12 rombongan belajar.

(k)     Pelaksana Urusan Administrasi Umum untuk SD/MI/SDLB

Berpendidikan minimal SMK/MAK/SMA/MA atau yang sederajat.

(l)       Petugas Layanan Khusus

  1. Penjaga Sekolah/Madrasah

Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat.

  1. Tukang Kebun

Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat dan diangkat apabila luas lahan kebun sekolah/madrasah minimal 500 m2.

  1. Tenaga Kebersihan

Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat.

  1. Pengemudi

Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat, memiliki SIM yang sesuai, dan diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki kendaraan roda empat.

  1. Pesuruh

Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat.

 

 

 

 


c)      Analisis Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah

Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 diantaranya:

  1. Kepala Tenaga Admnistrasi Sekolah/ Madrasah

Kompetensi Kepala Tenaga Admnistrasi Sekolah/ Madrasah meliputi: kompetensi kepribadian, sosial, teknis, dan manajerial bagi kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah.

DIMENSI KOMPETENSI

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

  1. 1.      Kompetensi Kepribadian

1.1      Memiliki integritas dan akhlak mulia

1.1.1   Berperilaku sesuai dengan kode etik

1.1.2   Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya

1.1.3   Berperilaku jujur

1.1.4   Menunjukkan komitmen terhadap tugas

1.2      Memiliki etos kerja

1.2.1   Mengikuti prosedur kerja

1.2.2   Mengupayakan hasil kerja yang bermutu

1.2.3   Bertindak secara tepat

1.2.4   Fokus pada tugas yang diberikan

1.2.5   Meningkatkan kinerja

1.2.6   Melakukan evaluasi diri

1.3     Mengendalikan diri

1.3.1 Mengendalikan emosi

1.3.2   Bersikap tenang

1.3.3 Mengendalikan stres

1.3.4 Berpikir positif

1.4     Memiliki rasa percaya diri

1.4.1   Memahami diri sendiri

1.4.2   Mempercayai kemampuan sendiri

1.4.3   Bertanggung jawab

1.4.4   Belajar dari kesalahan

1.5     Memiliki fleksibilitas

1.5.1   Mengupayakan keterbukaan

1.5.2   Menghargai pendapat orang lain

1.5.3   Menerima diri sendiri dan orang lain

1.5.4   Menyesuaikan diri sendiri dengan orang lain

1.6     Memiliki ketelitian

1.6.1   Melaksanakan kaidah-kaidah yang terkait dengan tugasnya

1.6.2   Memperhatikan kejelasan tugas

1.6.3 Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja

1.7     Memiliki kedisiplinan

1.7.1   Mengatur waktu

1.7.2   Menaati aturan yang berlaku

1.7.3 Menaati azas yang berlaku

1.8     Memiliki kreativitas dan inovasi

1.8.1   Berpikir alternatif

1.8.2   Kaya ide/gagasan baru

1.8.3 Memanfaatkan peluang

1.8.4 Mengikuti perkembangan Ipteks

1.8.5 Melakukan perubahan

1.9     Memiliki tanggung jawab

1.9.1 Melaksanakan tugas sesuai aturan

1.9.2 Berani mengambil resiko

1.9.3 Tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain

  1. 2.     Kompetensi Sosial

2.1     Bekerja sama dalam tim

2.1.1 Berpartisipasi dalam kelompok

2.1.2 Menghargai pendapat orang lain

2.1.3 Membangun semangat dan kelangsungan hidup tim

2.2     Memberikan layanan prima

2.2.1 Memberikan kemudahan layanan kepada pelanggan

2.2.2 Menerapkan layanan sesuai dengan prosedur operasi standar

2.2.3   Berempati kepada pelanggan

2.2.4   Berpenampilan prima

2.2.5   Menepati janji

2.2.6   Bersikap ramah dan sopan

2.2.7 Mudah dihubungi

2.2.8 Komunikatif

2.3     Memiliki kesadaran berorganisasi

2.3.1 Memahami struktur organisasi sekolah/madrasah

2.3.2 Mewujudkan iklim dan budaya organisasi yang kondusif

2.3.3 Menghargai dan menerima perbedaan antar anggota

2.3.4 Memiliki tanggungjawab mencapai tujuan organisasi

2.3.5 Mengaktifkan diri dalam organisasi profesi tenaga administrasi sekolah/madrasah

2.4     Berkomunikasi Efektif

2.4.1 Menjadi pendengar yang baik

2.4.2 Memahami pesan orang lain

2.4.3 Menyampaikan pesan dengan Jelas

2.4.4 Memahami bahasa verbal dan Nonverbal

2.5     Membangun hubungan kerja

2.5.1 Melakukan hubungan kerja yang harmonis

2.5.2. Memposisikan diri sesuai dengan peranannya

2.5.3. Memelihara hubungan internal dan eksternal

  1. 3.     Kompetensi Teknis

3.1      Melaksanakan administrasi kepegawaian

3.1.1   Memahami pokok-pokok peraturan kepegawaian

3.1.2   Membantu pokok-pokok peraturan kepegawaian

3.1.3   Membantu merencanakan kebutuhan pegawai

3.1.4   Menilai kinerja staf

3.2      Melaksanakan administrasi keuangan

3.2.1   Memahami pokok-pokok peraturan kepegawaian

3.2.2   Membantu menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah/ Madrasah (RAPBS/M)

3.2.3   Membantu menyusun laporan pertanggung jawaban keuangan sekolah/ madrasah  

3.3     Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana

3.3.1   Memahami peraturan administrasi sarana dan prasarana

3.3.2   Membantu menyusun rencana kebutuhan

3.3.3   Membantu menyusun rencana pemanfaatan sarana operasional sekolah/ madrasah

3.3.4   Membantu menyusun rencana perawatan

3.4     Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat

3.4.1   Membantu kelancaran komite sekolah/ madrasah

3.4.2   Membantu merencanakan program keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholder)

3.4.3   Membantu membina kerjasama dengan pemerintah dan lembaga masyarakat

3.4.4   Membantu mempromosikan sekolah/ madrasah dan mengkoordinasikan penelusuran tamatan

3.4.5   Melayani tamu sekolah/ madrasah

3.5     Melaksanakan administrasi persuratan dan pengasrsipan

3.5.1 Memahami peraturan kesekretariatan

3.5.2 Membantu melaksanakan program kesekretariatan

3.5.3 Membantu mengkoordinasikan program Kebersihan, Kesehatan, Keindahan, Ketertiban, Keamanan, Kekeluargaan, dan Kerindangan (7K)

3.5.4 Menyusun laporan

3.6     Melaksanakan administrasi kesiswaan

3.6.1   Membantu penerimaan siswa baru

3.6.2   Membantu orientasi siswa baru

3.6.3   Membantu menyusun program pengembangan diri siswa

3.6.4   Membantu menyiapkan laporan kemajuan belajar siswa

3.7     Melaksanakan administrasi kurikulum

3.7.1 Membantu menyiapkan administrasi pelaksanaan Standar Isi

3.7.2  Membantu menyiapkan administrasi pelaksanaan Standar Proses

3.7.3  Membantu menyiapkan administrasi pelaksanaan Standar Kompetensi Lulusan

3.7.4  Membantu menyiapkan administrasi pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan

3.8      Melaksanakan administrasi layanan khusus

3.8.1 Mengkoordinasikan petugas layanan khusus: penjaga sekolah/madrasah, tukang kebun, tenaga kebersihan, pengemudi, dan pesuruh

3.8.2 Membantu mengkoordinasikan program layanan khusus antara lain Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), layanan konseling, laboratorium/ bengkel, dan perpustakaan

3.9  Menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

3.9.1    Memanfaatkan TIK untuk kelancaran pelaksanaan administrasi sekolah/ madrasah

3.9.2   Menggunakan TIK untuk mendokumentasikan administrasi sekolah/ madrasah

  1. 4.    Kompetensi Manajerial

4.1  Mendukung pengelolaan standar nasional pendidika

4.1.1 Membantu merencanakan pendidikan berdasarkan standar nasional pendidikan

4.1.2 Membantu mengkoordinasikan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan

4.1.3 Membantu mendokumentasikan hasil pemantauan pelaksaaan Standar Nasional Pendidikan

4.2 Menyusun program dan laporan kerja

4.2.1 Menentukan prioritas

4.2.2 Melakukan penugasan

4.2.3 Merumuskan tujuan

4.2.4 Menetapkan sumber daya

4.2.5 Menentukan strategi penyelesaian pekerjaan

4.2.6 Menyusun laporan kerja

4.3 Mengorganisasikan staf

4.3.1 Menyusun uraian tugas tenaga kependidikan

4.3.2 Memberikan pemahaman tupoksi

4.3.3 Menyesuaikan rencana kerja dengan kemampuan organisasi

4.3.4 menggunakan pendekatan persuasif untuk mengkoordinasikan staf

4.3.5 Berinisiatif dalam pertemuan

4.3.6 Meningkatkan keefektifan kerja

4.3.7 Mengakomodasi ide-ide staf

4.3.8 Menjabarkan kebijakan organisasi

4.4 Mengembangkan staf

4.4.1 Memberi arahan kerja

4.4.2 Memotivasi staf

4.4.3 Memberdayakan staf

4.5 Mengambil keputusan

4.5.1 Mengidentifikasi staf

4.5.2 Merumuskan masalah

4.5.3 Menentukan tindakan yang tepat

4.5.4 Memperhitungkan resiko

4.5.5 Mengambil keputusan partisipatif

4.6 Menciptakan iklim kerja kondusif

4.6.1 Menciptakan hubungan kerja harmonis

4.6.2 Melaukan komunikasi interaktif

4.6.3 Menghargai pendapat rekan kerja

4.7 Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya

4.7.1 Memberdayakan aset organisasi berupa sumber daya manusia, sarana dan prasarana, dana, dan sumber daya alam

4.7.2 Mengadministrasikan aset organisasi berupa sumber daya manusia, sarana dan prasarana, dana, dan sumber daya alam

4.8 Membina staf

4.8.1 Memntau pekerjaan staf

4.8.2 Menilai proses dan hasil kerja

4.8.3 Memberikan umpan balik

4.8.4 Melaporkan hasil pembinaan

4.9 Mengelola konflik

4.9.1 Mengidentifikasi sumber konflik

4.9.2 Mengidentifikasi alternatif penyelesaian

4.9.3 Menggali pendapat-pendapat

4.9.4 Memilih alternatif terbaik

4.10 Menyusun laporan

4.10.1 Mengkoordinasikan penyusunan laporan

4.10.2    Mengendalikan penyusunan laporan

 

  1. Pelaksana Urusan

Kompetensi kepribadian, sosial, dan teknis pelaksana urusan adalah sebagai berikut:

DIMENSI KOMPETENSI

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

  1. 1.    Kompetensi Kepribadian

1.1 Memiliki integritas dan akhlak mulia

1.1.1 Berperilaku sesuai dengan kode etik

1.1.2 Bertindak konsisten dengan bilai dan keyakinannya

1.1.3 Berperilaku jujur

1.1.4 Menunjukkan komitmen terhadap tugas

1.2 Memiliki etos kerja

1.2.1 Mengikuti prosedur kerja

1.2.2 Mengupayakan hasil kerja yang bermutu

1.2.3 Bertindak secara tepat

1.2.4 Fokus pada tugas yang diberikan

1.2.5 Meningkatkan kinerja

1.2.6 Melakukan evaluasi diri

1.3 Mengendalikan diri

1.3.1 Mengendalikan emosi

1.3.2 Bersikap tenang

1.3.3 Mengendalikan stres

1.3.4 Berpikir positif

1.4 Memilki rasa percaya diri

1.4.1 Memahami diri sendiri

1.4.2 Mempercayai kemampuan sendiri

1.4.3 Bertanggung jawab

1.4.4 Belajar dari kesalahan

1.5 Memiliki fleksiblitas

1.5.1 Mengupayakan keterbukaan

1.5.2 Menghargai pendapat orang lain

1.5.3 Menerima diri sendiri dan orang lain

1.5.4 Menyesuaikan diri sendiri dengan orang lain

1.6 Memilki ketelitian

1.6.1 Melaksanakan kaidah-aidah yang terkait dengan tugasnya

1.6.2 Memperhatikan kejelasan tugas

1.6.3 Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja

1.7 Memiliki kedisiplinan

1.7.1 Mengatur waktu

1.7.2 Mentaati peraturan yang berlaku

1.7.3 Mentaati peraturan asas yang berlaku

1.8 Kreatif dan Inovatif

1.8.1 Berpikir alternatf

1.8.2 Kaya ide/ gagasan baru

1.8.3Memanfaatkan peluang

1.8.4 Mengikuti perkembangan ipteks

1.8.5 Melakukan perubahan

1.9 Memiliki tanggung jawab

1.9.1 Melaksanakan tugas sesuai aturan

1.9.2 Berani mengambil resiko

1.9.3 Tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain

  1. 2.    Kompetensi Sosial

2.1 Bekerja sama dengan tim

2.1.1 Berpartisipasi dalam kelompok

2.1.2 Menghargai pendapat orang lain

2.1.3 Membangun semangat dan kelangsungan hidup tim

2.2 Memberikan layanan prima

2.2.1 Memberikan kemudahan layanan kepada pelanggan

2.2.2 Menerapkan layanan sesuai dengan prosedur operasi standar

2.2.3 Berempati kepada pelanggan

2.2.4 Berpenampilan prima

2.2.5 Menepati janji

2.2.6 Bersikap ramah dan sopan

2.2.7 Mudah dihubungi

2.2.8 Komunikatif

2.3 Memiliki kesadaran berorganisasi

2.3.1 Memahami struktur organisasi sekolah/ madrasah

2.3.2 Mewujudkan iklim dan budaya organisasi yang kondusif

2.3.3 Menghargai dan menerima perbedaan antar anggota

2.3.4 Memiliki tanggung jawab mencapai tujuan organisasi

2.3.5 Mengaktifkan diri dalam organisasi profesi tenaga administrasi sekolah/ madrasah

2.4 Berkomunikasi efektif

2.4.1 Menjadi pendengar yang baik

2.4.2 Memahami pesan orang lain

2.4.3 Menyampaikan pesan dengan jelas

2.4.4 Mamahami bahasa verbal dan non verbal

2.5 Membangun hubungan kerja

2.5.1 melakukan hubungan kerja yang harmonis

2.5.2 mwmposisikan diri sesuai dengan peraturannya

2.5.3 Memelihara hubungan internal dan eksternal

  1. 3.     Kompetensi Teknis

Pelaksana Urusan Kepegawaian

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.1  Mengadministrasikan kepegawaian

3.1.1    Memahami pokok-pokok peraturan kepegawaian berdasarkan standar pendidik dan tenaga kependidikan

3.1.2   Membantu merencanakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan

3.1.3   Melaksanakan prosedur dan mekanisme kepegawaian

3.1.4   Mengelola buku induk, administrasi Daftar Urut Kepangkatan (DUK)

3.1.5   Melaksanakan registrasi dan kearsipan kepegawaian

3.1.6   Menyiapkan format- format kepegawaian

3.1.7   Memproses kepangkatan, mutasi, dan promosi pegawai

3.1.8   Menyusun laporan kepegawaian

3.2      Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

3.2.1   Menyusun dan menyajikan data/statistik kepegawaian

3.2.2   Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan kepegawaian

3.2.3   Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kepegawaian

Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.3     Mengadministrasikan keuangan sekolah/madrasah

3.3.1   Membantu menghitung biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal

3.3.2   Membantu pimpinan mengatur arus dana

3.4     Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

3.4.1   Menyusun dan menyajikan data/statistik keuangan

3.4.2   Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan keuangan

3.4.3   Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan keuangan

Pelaksana Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.5     Mengadministrasikan standar sarana dan prasarana

3.5.1 Mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana

3.5.2 Membantu merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana

3.5.3 Mengadakan sarana dan prasarana

3.5.4 Menginventarisasikan sarana dan prasarana

3.5.5 Mendistribusikan saranamdan prasarana

3.5.6 Memelihara sarana dan prasarana

3.5.7 Melaksanakan penghapusan sarana dan prasarana

3.5.8 Menyusun laporan sarana dan prasarana secara berkala

3.6     Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

3.6.1   Menyusun dan menyajikan data/statistik sarana dan prasarana

3.6.2   Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan sarana dan prasarana

3.6.3   Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan sarana dan prasarana

Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.7     Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat

3.7.1 Memfasilitasi kelancaran kegiatan komite sekolah/madrasah

3.7.2 Membantu merencanakan program keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholders)

3.7.3 Membina kerja sama dengan pemerintah dan lembaga-lembaga masyarakat

3.7.4 Mempromosikan sekolah/madrasah

3.7.5 Mengkoordinasikan penelusuran tamatan

3.7.6 Melayani tamu sekolah/madrasah

3.8      Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

3.8.1 Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan hubungan sekolah dengan masyarakat

3.8.2 Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan hubungan sekolah dengan masyarakat

Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.9   Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan

3.8.1   Menerapkan peraturan kesekretariatan

3.8.2   Melaksanakan program kesekretariatan

3.8.3   Mengelola surat masuk dan keluar

3.9.4 Membuat konsep surat

3.9.5 Melaksanakan kearsipan sekolah/madrasah

3.9.6 Menyusutkan surat/dokumen

3.9.7 Menyusun laporan administrasi persuratan dan pengarsipan

3.10   Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

3.10.1 Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan administrasi persuratan dan pengarsipan

3.10.2 Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan persuratan dan pengarsipan

Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.11  Mengadministrasikan standar pengelolaan yang berkaitan dengan peserta didik

3.11.1     Membantu kegiatan penerimaan peserta didik baru

3.11.2     Membantu kegiatan masa orientasi

3.11.3     Membantu mengatur rasio peserta didik per kelas

3.11.4     Mendokumentasikan prestasi akademik dan nonakademik

3.11.5    Membuat data statistik peserta didik

3.11.6     Menginventarisir program kerja pembinaan peserta didik secara berkala

3.11.7     Mendokumentasikan program kerja kesiswaan

3.11.8    Mendokumentasikan program pengembangan diri

3.12  Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

3.12.1    Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan administrasi kesiswaan

3.12.2    Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan urusan kesiswaan

Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.13  Mengadministrasikan standar isi

3.13.1    Mendokumentasikan standar isi

3.13.2    Mendokumentasikan kurikulum yang berlaku

3.13.3    Mendokumentasikan silabus

3.14  Mengadmini trasikan standar proses

3.14.1     Menyiapkan format silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan penilaian hasil belajar

3.14.2     Menyiapkan perangkat pengawasan proses pembelajaran

3.15  Mengadministrasikan standar penilaian

3.15.1     Mendokumentasikan bahan ujian/ulangan

3.15.2     Mendokumentasikan penilaian hasil belajar oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah

3.16  Mengadministrasikan standar kompetensi lulusan

3.16.1    Mendokumentasikan standar kompetensi lulusan satuan pendidikan

3.16.2    Mendokumentasikan standar kompetensi lulusan mata pelajaran

3.16.3    Mendokumentasikan kriteria ketuntasan minimal

3.17 Mengadministrasikan kurikulum dan silabus

3.17.1    Membantu memfasilitasi pelaksanaan kurikulum dan silabus

3.17.2    Mendokumentasikan pemetaan kompetensi dasar tiap mata pelajaran per semester

3.17.3 Mendokumentasikan kurikulum, silabus, dan RPP

3.17.4 Mendokumentasikan Daftar Kumpulan Nilai (DKN) atau leger

3.17.5 Membantu menyusun grafik daya serap ketuntasan belajar per mata pelajaran

 

 

3.17.6 Menyusun daftar buku-buku wajib

3.18  Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

3.18.1 Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan administrasi kurikulum

3.18.2 Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kurikulum

Pelaksana Urusan Administrasi Umum SD/MI/SDLB

SD/MI/SDLB yang memiliki maksimal 6 (enam) rombongan belajar tidak perlu Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah, melainkan Pelaksana Urusan Administrasi Umum Sekolah/Madrasah, dengan kompetensi teknis sebagai berikut.

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.19     Melaksanakan administrasi sekolah/madrasah

3.19.1   Melaksanakan administrasi kepegawaian

3.19.2   Melaksanakan administrasi keuangan

3.19.3   Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana

3.19.4   Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat

3.19.5   Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan

3.19.6   Melaksanakan administrasi kesiswaan

3.19.7   Melaksanakan administrasi kurikulum

3.20     Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

3.20.1    Mengoperasikan peralatan kantor/komputer

3.20.2    Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kepegawaian, keuangan,sarana dan prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, dan kurikulum

 

  1. Petugas Layanan Khusus

Kompetensi kepribadian, sosial, dan teknis petugas layanan khusus adalah sebagai berikut.

DIMENSI KOMPETENSI

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

  1. 1.    Kompetensi Kepribadian

1.1  Memiliki integritas dan akhlak mulia

1.1.1   Berperilaku sesuai dengan kode etik

1.1.2   Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya

1.1.3 Berperilaku jujur

1.1.4 Menunjukan komitmen terhadap tugas

1.2  Memiliki etos kerja

1.2.1 Mengikuti prosedur kerja

1.2.2 Mengupayakan hasil kerja yang bermutu

1.2.3 Bertindak secara tepat

1.2.4 Fokus pada tugas yang diberikan

1.2.5 Meningkatkan kinerja

1.2.6 Melakukan evaluasi diri

1.3  Mengendalikan diri

1.3.1   Mengendalikan emosi

1.3.2   Bersikap tenang

1.3.3 Mengendalikan stres

1.3.4 Berpikir positif

1.4  Memiliki rasa percaya diri

1.4.1 Memahami diri sendiri

1.4.3   Mempercayai kemampuan sendiri

1.4.3 Bertanggung jawab

1.4.4 Belajar dari kesalahan

1.5      Memiliki fleksibilitas

1.5.1   Mengupayakan keterbukaan

1.5.2   Menghargai pendapat orang lain

1.5.3   Menerima diri sendiri dan orang lain

1.5.4   Menyesuaikan diri sendiri dengan orang lain

1.6      Memiliki ketelitian

1.6.1   Melaksanakan kaidahkaidah yang terkait dengan tugasnya

1.6.2   Memperhatikan kejelasan tugas

1.6.3   Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja

1.7      Memiliki kedisiplinan

1.7.1 Mengatur waktu

1.7.2 Menaati aturan yang berlaku

1.7.3 Menaati asas yang berlaku

1.8      Kreatif dan inovatif

1.8.1 Berpikir alternatif

1.8.2 Kaya ide/gagasan baru

1.8.3 Memanfaatkan peluang

1.8.4 Mengikuti perkembangan Ipteks

1.8.5 Melakukan perubahan

1.9      Memiliki tanggung jawab

1.9.1   Melaksanakan tugas sesuai aturan

1.9.2   Berani mengambil resiko

1.9.3   Tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain

  1. 2.     Kompetensi Sosial

2.1      Bekerja sama dalam tim

2.1.1 Berpartisipasi dalam kelompok

2.1.2 Menghargai pendapat orang lain

2.1.3 Membangun semangat dan kelangsungan hidup tim

2.2      Memberikan layanan prima

2.2.1 Memberikan kemudahan layanan kepada pelanggan

2.2.2 Menerapkan layanan sesuai dengan prosedur operasi standar

2.2.3 Berempati kepada pelanggan

2.2.4 Berpenampilan prima

2.2.5 Menepati janji

2.2.6 Bersikap ramah dan sopan

2.2.7 Mudah dihubungi

2.2.8 Komunikatif

2.3      Memiliki kesadaran berorganisasi

2.3.1   Memahami struktur organisasi sekolah/madrasah

2.3.2   Mewujudkan iklim dan budaya organisasi yang kondusif

2.3.3   Menghargai dan menerima perbedaan antar anggota

2.3.4   Memiliki tanggungjawab mencapai tujuan organisasi

2.3.5   Mengaktifkan diri dalam organisasi profesi tenaga administrasi sekolah/madrasah

2.4     Berkomunikasi efektif

2.4.1   Menjadi pendengar yang baik

2.4.2   Memahami pesan orang lain

2.4.3   Menyampaikan pesan dengan jelas

2.4.4   Memahami bahasa verbal dan nonverbal

2.5      Membangun hubungan kerja

2.5.1 Melakukan hubungan kerja yang harmonis

2.5.2 Memposisikan diri sesuai dengan peranannya

2.5.3        Memelihara hubungan internal dan eksternal

  1. 3.    Kompetensi Teknis

Penjaga Sekolah/Madrasah

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.1     Menguasai kondisi keamanan sekolah/madrasah

3.1.1 Mengenal peta wilayah sekolah/madrasah dengan baik

3.1.2 Memanfaatkan peta wilayah sekolah/madrasah untuk kepentingan keamanan sekolah/madrasah

3.2      Menguasai teknik pengamanan sekolah/madrasah

3.2.1   Menguasai teknik bela diri

3.2.2   Merespons peristiwa dengan cepat dan tepat

3.3      Menerapkan prosedur operasi standar pengamanan sekolah/madrasah

3.3.1   Membuat dokumen/catatan tentang keamanan sekolah/madrasah

3.3.2   Melakukan tindakan pengamanan

3.3.3   Menggunakan peralatan keamanan

3.3.4   Menyampaikan laporan sesuai tugasnya

 

Tukang Kebun

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.4      Menguasai penggunaan peralatan pertanian dan atau perkebunan

3.4.1    Menggunakan peralatan pertanian dan atau perkebunan

3.4.2    Merawat peralatan pertanian dan atau perkebunan

3.5      Menguasai pemeliharaan tanaman

3.5.1 Mengenal teknik penanaman

3.5.2 Merawat tanaman

Tenaga Kebersihan

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.6      Menguasai teknik-teknik kebersihan

3.6.1    Menggunakan peralatan kebersihan

3.6.2    Memelihara peralatan kebersihan

3.7      Menjaga kebersihan sekolah/madrasah

3.7.1    Mewujudkan kebersihan sekolah/madrasah

3.7.2    Memelihara kebersihan sekolah/madrasah

Pengemudi

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.8      Menguasai teknik Mengemudi

3.8.1 Mengemudikan kendaraan

3.8.2   Mematuhi aturan lalu lintas

3.8.3 Memaham dan Menggunakan peta

3.9      Menguasai teknik perawatan kendaraan

3.9.1 Merawat kendaraan

3.9.2 Mengurus kelengkapan Dokumen kendaraan

Pesuruh

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI

3.10   Mengenal

wilayah

3.10.1 Mengenal peta wilayah setempat

3.10.2    Memanfaatkan peta wilayah untuk kepentingan penyampaian dokumen

3.11   Menguasai prosedur pengiriman dokumen dinas

3.11.1 Mengenal buku ekspedisi/lembar pengantar

3.11.2    Menggunakan buku ekspedisi/lembar pengantar dalam pengiriman dokumen

3.12   Melayani kebutuhan rumah tangga sekolah/madrasah

3.12.1 Membayar tagihan telepon, air, dan listrik

3.12.2 Menyiapkan kebutuhan rumah tangga sekolah/madrasah

3.12.3 Merawat peralatan rumah tangga sekolah/madrasah

Berdasarkan Permendiknas No. 24 Tahun 2008 dapat digambarkan sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

d)        Prospek Pengembangan Karir Tenaga Administrasi Sekolah

Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah adalah sebagai tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Perekrutan Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah dapat dilakukan melalui dua jalur, diantaranya jalur internal dan jalur eksternal. Jalur internal dilakukan dengan perekrutan yang dilakukan dalam lingkungan internal sekolah. Sedangkan perekrutan melalui jalur eksternal dilakukan dengan menggunakan jalur seleksi CPNS pemerintah Kota/ Kabupaten. Namun hingga saat ini belum ada proses perekrutan calon tenaga administrasi secara pasti seperti perekrutan calon kepala sekolah. Perekrutan CPNS tenaga administrasi sekolah yang ada saat ini disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah. Berikut gambaran mengenai proses perekrutan Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah.

 

Proses rekrutmen diadopsi dari Naskah Akademik TAS, Dirktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional dalam Sinsin Yasini Komara (2012)

 

Berdasarkan gambaran proses rekrutmen di atas, dapat dijelaskan bahwa hal pertama yang dilakukan dalam menentukan rekrutmen yang akan dilaksanakan adalah dengan analisis pekerjaan. Analisis pekerjaan (job analysis) ini perlu dilakukan agar dapat mendesain organisasi serta menetapkan uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan evaluasi pekerjaan. Hal yang dilakukan dalam analisis pekerjaan ini adalah menganalisis dan mendesain pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan mengapa pekerjaan itu harus dilakukan. Selanjutnya setelah dilakukan analisis pekerjaan langkah selanjutnya adalah perencanaan SDM. Perencanaan SDM ini merupakan proses yang menjamin keberlangsungan pengembangan organisasi, karena dalam perencanaan SDM ini, organisasi dapat menilai dimana keberadaan organisasi saat ini, menilai akan kemana organisasi; mempertimbangkan pengaruh tujuan terhadap kebutuhan dimasa yang akan datang dan kebutuhan penyediaan SDM dan mencoba mencocokan permintaan dan penyediaan (supply and demand) sehingga membuat kesesuaian antara tujuan kebutuhan organisasi dimasa yang akan datang. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari membandingkan supply and demand yang menghasilkan suatu keseimbangan, maka disini hasilnya adalah tiga kondisi utama, antara lain kondisi seimbang yang berarti tidak ada rekrutmen; kondisi kekurangan yang berarti diperlukan rekrutmen; dan kondisi kelebihan yang berarti dibutuhkan penglihatan terhadap kondisi kelebihan tersebut baik yang berasal dari faktor jam kerja maupun pensiun. Dalam rekrutmen ini kondisi kekurangan yang ada membuat perekrut perlu memperhatikan pasar tenaga kerja. Dalam pasar tenaga kerja ini ditentukan perekrutan yang akan dilakukan baik dari rekrutmen internal dan rekrutmen eksternal.

Setelah dilakukan tahap rekrutmen selanjutnya dilakukan seleksi sebagaimana yang digambarkan dalam gambar di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Proses Seleksi diadopsi dari Naskah Akademik TAS, Dirktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional dalam Sinsin Yasini Komara (2012)

 

Dari diadakannya proses rekrutmen, maka dilakukan proses seleksi. Proses ini diantaranya adalah:

(a)      Pengumuman, ini meliputi:

  • Diumumkan seluas-luasnya melalui media massa
  • Diumumkan minimal satu bulan sebelum memasukkan lamaran
  • Isinya antara lain jumlah dan jenis lowongan, syarat-syarat, alamat pelamar, batas waktu yang mengajukan lamaran

(b)      Lamaran ini meliputi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Ditulis dengan tangan sendiri, huruf latin
  • Dilampiri Daftar Riwayat Hidup, fotocopy ijazah yang sudah dilegalisir,surat keterangan berkelakuan baik, tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat, tidak sebagai PNS (untuk melamar menjadiPNS), bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia, pasfoto secukupnya pengalaman kerja (jika kerja)

(c)      Pemeriksaan Administratif dilakukan dengan proses diantaranya adalah:

  • Diperiksa, memenuhi syarat atau tidak
  • Diprediksi oleh pejabat yang berwenang yang ditunjuk
  • Lamaran yang tidak memenuhi syarat administrasi dikembalikan disertai alasannya
  • Lamaran yang memenuhi syarat administrasi disusun dan didaftar untuk memudahkan pemanggilan

(d)     Ujian Tertulis

  • Panitia Ujian

-     Panitia ujian minimal terdiri atas tiga orang yaitu ketua, sekretaris dan anggota

-     Jika lebih dari tiga harus dibuat ganjil agar memudahkan keputusan dalam perhitungan suara

-     Tugas pokok panitia diantaranya yaitu menyiapkan bahan ujian, menentukan pedoman pemeriksaan dan penilaian, menentukan tempat dan jadwal ujian, melaksanakan ujian, dan memeriksa serta menentukan hasil ujian

  • Bahan Ujian

-     Mengukur kompetensi yang diperlukan meliputi pengetahuan umum teknis dan lainnya

-     Pengetahuan umum meliputi bahasa Indonesia, ideologi, programpembangunan nasional, kebijakan, dan lain-lain

-     Pengetahuan teknis sesuai dengan kebutuhan

-     Bahan disesuaikan dengan tingkatan golongan. Soal untuk setiap golongan berbeda. Golongan I berbeda dengan golongan II, golongan II beda dengan golongan Iibeda dengan golongan IV

(e)       Interview

  • Interview dilakukan tanya jawab secara lisan
  • Interview dilakukan dengan suasana santai
  • Interview bersifat pelengap karena validitas dan reabilitasnya cenderung rendah
  • Interview terstruktur lebih baik dari daripada tidak terstruktur
  • Interview harus disiapkan dengan sebaik-baiknya, ada interview tentang knowledge, skill and affective
  • Interview dimulai dengan yang mudah dulu. Gunakan pertanyaan terbuka
  • Interview harus ada hubungannya dengan tugas-tugas pekerjaannya kelak
  • Interview dengan bahan yang berlaku sama bagi semua calon
  • Kuncijawaban dan standar pembobotan harus sudah disiapkan
  • Jawaban diskor dan dibobot dengan cara yang sama

(f)       Ujian Kesehatan

  • Calon pegawai harus diuji kesehatannya sehingga mampu menjalankan tugas secara efektif dan efisien serta berkelanjutan
  • Petugas yang berwenang memeriksa kesehatan adalah dokter yang ditunjuk
  • Hasil ujian kesehatan berlaku selama satu tahun
  • Biaya ujian kesehatan tidak dibebankan kepada calon

Setelah tahap seleksi selesai dan sudah ditetapkan hasil CPNS yang diterima maka selanjutnya diadakan tahap penempatan. Penempatan CPNS ditentukan oleh Pemerintah Kota/ Kabupaten. Karena tenaga administrasi itu merupakan jabatan dalam lingkup jabatan struktural, jadi CPNS Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah bisa ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan lembaga.

Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) sebagai suatu jabatan struktural dalam prospek pengembangan karirnya adalah dengan eselonisasi. TAS dalam yang telah berpengalaman minimal 4 tahun bisa menjadi Kepala TAS untuk SD/MI/SDLB dan SMP/MTs/SMPLB, selanjutnya untuk pegawai TAS yang telah berpengalaman minimal 8 tahun dapat menjadi Kepala TAS SMA/MA/SMK/MAK/SMALB.

TAS yang merupakan tenaga administrasi yang direkrut melalui jalur CPNS dan ditempatkan di sekolah tidak menutup kemungkinan untuk dimutasi ke Dinas dibawah naungan Pemerintah Kota/ Kabupaten untuk menjadi Tenaga Administrasi dengan syarat prestasi kerja yang baik dan kualifikasi yang sesuai dengan pekerjaan dinas itu sendiri. Namun untuk jenjang karir TAS sendiri belum bisa digambarkan dengan jelas tidak seperti jenjang karir guru atau pekerjaan lainnya yang sudah jelas keberadaannya. TAS sebagai jabatan struktural tidak bisa menduduki jabatan rangkap dengan jabatan struktural lainnya ataupun jabatan fungsional. Dalam pengembangan kinerjanya tenaga administrasi bisa dilalui dengan cara mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jabatan yang sedang diampu contohnya bila jabatannya di administrasi keuangan maka diklat yang diikutinya di diklat manajemen keuangan, apabila jabatannya kepala bagian maka diklatnya tentang kepemimpinan.

 

BAB III

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

 

  1. A.      Identifikasi Permasalahan

a)        Analisis Kedudukan Profesi Tenaga Administrasi Sekolah

Oteng Sutisna dalam Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional (1989: 360), terdapat beberapa indikator yang menjadi karakteristik sebuah profesi, diantaranya:

a)    Suatu dasar ilmu atau teori yang sistematis

b)   Kewenangan profesional yang diakui oleh klien

c)    Sanksi dan pengakuan masyarakat akan keabsahan kewenangannya

d)   Kode etik yang regulatif

e)    Kebudayaan profesi

f)    Persatuan profesi yang kuat dan berpengaruh.

 

Berdasarkan beberapa indikator di atas, dalam hal ini akan dianalisis kedudukan profesi Tenaga Administrasi Sekolah dilihat berdasarkan keenam indikator di atas, diantaranya:

(a)    Suatu dasar ilmu atau teori yang sistematis

Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) merupakan tenaga administrasi yang menjalankan fungsi-fungsi administrasi sekolah, diantaranya dalam hal kepegawaian, kesiswaan, sarana dan prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, keuangan dan kurikulum. Berdasarkan hal tersebut maka seharusnya yang menjadi TAS ini adalah lulusan dari program studi atau jurusan Administrasi Pendidikan atau Manajemen Pendidikan yang benar-benar mempelajari mengenai fungsi-fungsi administrasi sekolah. Namun dalam kenyataannya pada saat ini TAS belum sepenuhnya berasal dari lulusan dengan ilmu atau teori yang sistematis, karena perekrutan TAS ini dibuka untuk semua jurusan dengan ilmu yang relevan dalam kualifikasinya, belum dengan keilmuan spesifik atau khusus yakni Administrasi Pendidikan/ Manajemen Pendidikan;

(b)   Kewenangan profesional yang diakui oleh klien

Dalam karakteristik yang kedua ini pekerjaan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) ini kewenangan profesional yang diakui klien ini hanya sebatas pada pekerjaan TAS sebagai pegawai tata usaha sekolah yang mengurusi tentang administrasi sekolah dalam berbagai urusan mulai dari kepegawaian, keuangan, kesiswaan, sarana dan prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, kurikulum. Namun dalam hal ini kewenangan yang ada dan dilihat oleh klien adalah kewenangan TAS sebagai pekerjaan pelaksana saja;

(c)    Sanksi dan pengakuan masyarakat akan keabsahan kewenangannya

Untuk sanksi dan pengakuan masyarakat akan keabsahan kewenangan TAS dalam melaksanakan tugasnya ini sudah ada berupa sanksi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang ada dan pekerjaan TAS ini sudah mendapat pengakuan masyarakat. Namun masyarakat belum mengerti secara jelas apa saja pekerjaan TAS yang sebenarnya;

(d)   Kode etik yang regulatif

Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Dalam keberadaan TAS ini kode etik yang menjadi pedoman TAS dalam melaksanakan pekerjaannya sudah ada. Dimana kode etik ini disusun oleh sekolah dalam pedoman tingkah laku TAS. Kode etik yang ada ini dianggap regulatif karena sesuai dengan peraturan mengenai TAS.

(e)    Kebudayaan profesi

Kebudayaan profesi TAS yang dapat dilihat dalam pekerjaannya ini mencakup nilai-nilai dan norma-norma pekerjaan. Kebudayaan profesi TAS dalam hal ini sudah dapat terlihat melalui pekerjaan yang dilakukannya sebagai tenaga administrasi sekolah yang dalam pelaksanaannya sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

(f)    Persatuan profesi yang kuat dan berpengaruh

Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) memiliki persatuan profesi yakni FKTU (Forum Komunikasi Tata Usaha). Namun persatuan profesi tersebut belum berpengaruh kuat dalam upaya profesionalisasi TAS. Seharusnya persatuan profesi tersebut dapat memberikan izin praktik kepada profesi bersangkutan.

Berdasarkan analisis pekerjaan Tenaga Administrasi Sekolah dengan menggunakan indikator profesi yang ideal, maka dalam hal ini bisa disimpulkan bahwa pekerjaan Tenaga Administrasi Sekolah ini belum bisa dikatakan sebagai profesi yang utuh. Pekerjaan TAS ini dapat digambarkan dalam posisi profesi yang sedang tumbuh kembang. Karena dalam hal ini pekerjaan TAS selalu berupaya untuk memperoleh pengakuan profesi dengan berbagai upaya yang dilakukan, seperti adanya usaha pengakuan TAS dengan menyelenggarakan program peningkatan Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah; pembuatan pedoman TAS mulai dari rekrutmen, seleksi, pembinaan, pemberhentian; dan pengembangan organisasi keprofesian TAS.

 

b)        Analisis Struktur Kelembagaan dalam Kerangka Pendidikan Nasional

Dalam struktur organisasi Pemeritah Daerah, disini Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah termasuk dalam jabatan struktural. Dimana dalam hal ini untuk jenjang karirnya ditentukan dengan eselonisasi. Sebagaimana yang tertulis dalam PP No.41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah pasal 35 ayat 7 yaitu “Kepala tata usaha sekolah lanjutan tingkat pertama dan kepala tata usaha sekolah menengah merupakan jabatan struktural eselon Va.” Namun jenjang karir Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah ini belum jelas. Karena disini jenjang karir untuk TAS belum dapat digambarkan layaknya jenjang karir pada pekerjaan lainnya seperti guru.

 

  1. B.       Analisis Alternatif Pemecahan Masalah

Dalam keberadaan Tenaga Administrasi Sekolah untuk mengetahui keberadaan profesi Tenaga Administrasi Sekolah di lapangan, berikut disajikan analisis SWOT Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) yang memuat mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sebagai berikut:

a)      Kekuatan

  • Permendiknas No. 24 Tahun 2008 sebagai pelindung dan pendorong profesionalitas TAS; dan
  • TAS memiliki asosiasi atau forum komunikasi yang dinamakan FKTU (Forum Komunikasi Tata Usaha).

 

b)      Kelemahan

  • Kompetensi dan kualifikasi TAS yang masih belum memenuhi kriteria yang terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008;
  • Belum ada studi yang relevan yaitu S1 Tata Usaha di perguruan tinggi;
  • Jenjang karier belum bisa digambarkan dengan jelas;
  • Masih sedikitnya TAS di sekolah dasar;
  • Belum adanya skema pembinaan tenaga administrasi yang jelas;
  • Belum adanya spesifikasi jurusan dalam perekrutan TAS;
  • Personil TAS pada umumnya kurang mengetahui fungsi TAS itu sendiri, karena bukan berasal dari pendidikan yang mempelajari mengenai administrasi sekolah; dan
  • Pengangkatan TAS masih banyak dari lulusan SMA daripada SMK Jurusan Administrasi Perkantoran, atau bahkan lulusan SMP.

c)      Peluang

  • Kewajiban pemerintah untuk memenuhi standar pendidikan nasional yang salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan TAS;
  • Dibutuhkannya TAS dalam upaya peningkatan mutu pendidikan;
  • Adanya jurusan Administrasi Pendidikan sebagai program studi yang menghasilkan lulusan yang profesional di bidang administrasi sekolah.

d)     Ancaman

  • Profesi TAS yang masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat;
  • Adanya moratorium tenaga administrasi;
  • Perlu adanya usaha untuk meningkatkan profesionalisasi TAS sebagai bagian dari tenaga kependidikan;
  • Belum adanya rekrutmen untuk TAS sekolah dasar; dan
  • Belum adanya pedoman mengenai pembinaan TAS.

Berdasarkan analisis SWOT diatas, dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang ada dalam pekerjaan sebagai Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah diantaranya adalah sistem rekrutmen yang belum jelas, panduan pembinaan TAS yang belum memiliki pedoman dalam rangka profesionalisasi TAS, Kompetensi TAS yang masih dibawah standar, organisasi profesi yang kurang berpengaruh kuat dan jenjang karier TAS yang belum tergambarkan secara jelas. Jika dipertanyakan mengapa pada tingkat sekolah dasar tidak memiliki tenaga administrasi sekolah? Walaupun kepala sekolah merangkap sebagai tenaga administrasi sekolah patut dipertanyakan pula, apakah waktu kepala sekolah akan cukup jika merangkap sebagai tenaga administrasi sekolah. bahwa masalah-masalah di atas muncul karena adanya kekurangan dana. Padahal sudah jelas bahwa seharusnya sekolah dasar juga membutuhkan tenaga administrasi sekolah, karena sudah dijelaskan dalam Permendiknas No.24 Thn 2008 tentang standar administrasi sekolah bahwa jika suatu sekolah memiliki 6 rombel atau lebih minimal sekolah bisa memiliki satu tenaga administrasi sekolah.

Selanjutnya berdasarkan permasalahan di atas, disini terdapat beberapa alternatif solusi yang diberikan, diantaranya:

a)        Perekrutan TAS

Solusi yang dapat diberikan dalam menangani permasalahan perekrutan TAS yang masih belum jelas, misalkan pada permasalahan Sekolah Dasar yang banyak belum memiliki TAS dengan kondisi sekolah lebih dari 6 rombel adalah dengan langkah pertama membuat mekanisme perekrutan yang benar-benar dapat menjadi acuan bagi perekrutan TAS misalkan dengan membuat buku pedoman perekrutan TAS hingga pemberhentiannya. Selain itu agar perekrutan TAS ini dapat menghasilkan tenaga yang benar-benar profesional maka disini untuk kualifikasinya sendiri perlu diperjelas, misal dalam program studi ini seharusnya bukan umum tetapi S1 Administrasi Pendidikan/ Manajemen Pendidikan yang telah memiliki bekal untuk menjalankan pekerjaan TAS yang sesuai dengan kajian ilmu administrasi/manajemen pendidikan;

b)        Peningkatan Kompetensi dengan Skema Pembinaan TAS

Dalam rangka mengatasi permasalahan kompetensi TAS yang belum maksimal, maka disini perlu adanya skema pembinaan TAS yang jelas. Jadi dalam hal ini perlu dibuat pedoman mengenai pembinaan yang harus dilakukan terhadap pekerjaan TAS mulai dari TAS tersebut bekerja hingga pembinaan berkelanjutan yang mendukung kemajuan kompetensinya. Rancangan pembinaan bagi tenaga administrasi ini perlu dibuat untuk mengetahui apa saja yang harus dibina, siapa saja yang harus membina, apakah lembaga khusus atau internal sekolah yang dapat membina dan untuk mengetahui model pembinaan seperti apa yang harus diberikan. Berikut disajikan contoh bentuk rancangan program pembinaan TAS;

 

 

c)        Penentuan Jenjang Karir TAS

Dalam upaya menentukan jenjang karir TAS yang jelas, maka perlu adanya upaya yang terus-menerus dalam mengupayakan kejelasan jenjang karir TAS tersebut. Dalam hal ini organisasi profesi TAS perlu mengupayakan kejelasan jenjang karir TAS layaknya tenaga pendidik dan tgenaga kependidikan lainnya, misalkan guru; dan

d)       Pengembangan Organisasi Profesi

Organisai profesi yang mewadahi pekerjaan TAS hingga saat ini adalah Forum Komunikasi Tata Usaha Tingkat Nasional. Dalam keberadaannya saat ini yang belum berpengaruh kuat, maka disini perlu adanya pengembangan organisasi tersebut secara terus-menerus hingga profesi TAS ini dapat benar-benar diakui keberadaannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

 

  1. A.      Kesimpulan

Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) merupakan bagian dari tenaga kependidikan di sekolah yang tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar namun berperan dalam mendukung kelancaran proses pembelajaran dan administrasi sekolah. Berdasarkan indikator profesi yang ideal ini, pekerjaan Tenaga Administrasi Sekolah belum bisa dikatakan sebagai profesi yang utuh. Pekerjaan TAS ini dapat digambarkan dalam posisi profesi yang sedang tumbuh kembang. Karena dalam hal ini pekerjaan TAS selalu berupaya untuk memperoleh pengakuan profesi dengan berbagai upaya yang dilakukan.

Dalam upaya profesionalisasi Tenaga Administrasi Sekolah ini maka terus dilakukan upaya yang mampu mendukung pencapaian indikator profesi yang ideal. Mengingat bahwa TAS ini merupakan tenaga yang memiliki pengaruh besar terhadap tercapainnya efektifitas kegiatan dalam suatu sekolah. Upaya tersebut diantaranya dengan seperti pelaksanaan program peningkatan Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah; pembuatan pedoman TAS mulai dari rekrutmen, seleksi, pembinaan, pemberhentian; dan pengembangan organisasi keprofesian TAS.

 

  1. B.       Rekomendasi

Mengingat pentingnya keberadaan Tenaga Administrasi Sekolah dalam mendukung keberhasilan sekolah dengan efektif, maka dalam kesempatan ini kelompok memberikan beberapa rekomendasi, diantaranya:

a)    Perlu dibuatnya buku pedoman perekrutan TAS yang mampu menggambarkan mengenai persyaratan kualifikasi, metode, teknis perekrutan, dan lain-lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan perekrutan secara lebih baik;

b)   Untuk memperoleh TAS yang profesional maka dalam perekrutannya  kualifikasinya sendiri perlu diperjelas, misal dalam program studi ini seharusnya bukan umum tetapi S1 Administrasi Pendidikan/ Manajemen Pendidikan yang telah memiliki bekal untuk menjalankan pekerjaan TAS yang sesuai dengan kajian ilmu administrasi/manajemen pendidikan;

c)    Perlu adanya upaya dengan terus meningkatkan kompetensi yang dapat dilakukan dengan membuat sebuag pedoman mengenai skema pembinaan TAS. Jadi dalam hal ini perlu dibuat pedoman mengenai pembinaan yang harus dilakukan terhadap pekerjaan TAS mulai dari TAS tersebut bekerja hingga pembinaan berkelanjutan yang mendukung kemajuan kompetensinya.

d)   Perlunya upaya terus menerus dalam mengupayakan jenjang karir TASyang jelas. Dalam hal ini organisasi profesi TAS perlu mengupayakan kejelasan jenjang karir TAS layaknya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya, misalkan guru; dan

e)    Perlu adanya pengembangan organisasi profesi TAS (Forum Komunikasi Tata Usaha Tingkat Nasional) yang dalam keberadaannya saat ini yang belum berpengaruh kuat hingga profesi TAS ini dapat benar-benar diakui keberadaannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Aulia, Fikri. (2011). Konsep Profesionalisasi. [Online]. Tersedia: http://fikriauliafikri.wordpress.com/2011/ 04/12/konsep-profesionalisasi/. [17 April 2013]

 

 

Komara, Sinsin Yasini. (2012). Rekrutmen dan Seleksi Tenaga Administrasi Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sukasari Kota Bandung. Skripsi Administrasi Pendidikan UPI Bandung: Tidak diterbitkan

 

 

BPHN. (-). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. [Online]. Tersedia: http://www.bphn.go.id/data/documents/10pp006.doc‎ [17 April 2013]

 

 

Purba, Iwan Rio. I(2010). Profesionalisasi Pendidikan. [Online]. Tersedia: http://iwan-rio-purba.blogspot.com/2010/11/profesionalisasi-pendidikan.html. [17 April 2013]

 

 

Staff Unila. (2011). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah. [Online]. Tersedia: http://staff.unila.ac.id/radengunawan/files/2011/09/Permendiknas-No.-24-Tahun-2008.pdf [17 April 2013]

 

 

Sutisna, Oteng. (1989). Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. Bandung: Angkasa

 

 

Usu. (-). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. [Online]. Tersedia: http://www.usu.ac.id/sisdiknas.pdf‎. [17 April 2013]

 

 

_____. (2009). Peranan dan Fungsi Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah dan Upaya Mengefektifkannya. [Online]. Tersedia:  http://smpn29samarinda.wordpress.com/2009/02/24/peranan-dan-fungsi-tenaga-administrasi-sekolahmadrasah-dan-upaya-mengefektifkannya/. [17 April 2013]

 

 

 

 

 

ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING

ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING  (AMT)

Makalah

 

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan

Dosen Pengampu: 1. Prof. Dr. H. Djam’an Satori, M.A

  2. Dr. Diding Nurdin, M.Pd

     3. Iik Nurulpaik, M.Pd

       

 

 

 

Disusun oleh:

  1. Ai Hawadist K            (1000847)
  2. Berlian Nurlian            (1003056)
  3. Fauziah Azam             (1005949)
  4. Irma Wahyu N            (1001973)
  5. Risa Siti Yanvi            (1001426)
  6. Windi Fajar Y             (1000790)

 

 

JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2013

 

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt karena atas berkat taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah, malalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan.

Dalam kesempatan ini kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing selama menyelesaikan makalah ini yaitu kepada:

  1. Kedua orang tua yang dengan tulus telah memberikan dorongan moril maupun materil.
  2. Rekan-rekan mahasiswa jurusan Administrasi Pendidikan.
  3. Dr. H. Endang Herawan, M.Pd selaku Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan
  4. Prof. Dr. H. Djam’an Satori, MA, Dr. Diding Nurdin, M.Pd dan Iik Nurulpaik, M.Pd selaku dosen mata kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan.
  5. Seluruh dosen dan staf Universitas Pendidikan Indonesia.
  6. Serta semua pihak yang telah membantu kami selama menyelesaikan makalah ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Untuk itu kami sangat mengharapkan saran serta kritik yang membangun terutama untuk menyempurnakan makalah yang telah dibuat, sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pembaca.

 

Bandung,  April 2013

 

 

                                                                                                                       

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

BAB I. PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. C.    Tujuan Penulisan

1

1

2

 BAB II. KAJIAN TEORI

 

  1. Konsep Pelatihan
  2. Konsep Pengembangan

3

 

BAB III. PEMBAHASAN

 

  1. Konsep Achievement Motivation Training (AMT)
  2. Tujuan Pelatihan
  3. Manfaat Pelatihan
  4. Materi Pelatihan
  5. Teknik Pelatiahn dan Pengembangan Achievement Motivation Training (AMT)
  6. Harapan dari Achievement Motivation Training (AMT)

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV. PENUTUP

 

  1. Kesimpulan
  2. Saran

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Manajemen pelatihan dan pengembangan dapat dikatakan sebagai suatu proses yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari suatu lembaga. Dalam hal ini, diperlukan pihak-pihak yang mengerti akan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Faktor utama dalam sebuah organisasi yaitu sumber daya manusia. Oleh karena itu, SDM akan mempunyai nilai dan kekuatan besar terhadap keberhasilan tujuan bila dilakukan pembinaan dan peningkatan yang terus-menerus terhadap potensi, kapasitas, maupun kemampuannya.

Peningkatan kualitas SDM sebagai salah satu cara meningkatkan kualitas organisasi atau lembaga. Dengan hal ini, organisasi atau lembaga harus melihat dan memperhatikan faktor-faktor yang mampu meningkatkan kualitas SDM dalam organisasi atau lembaga. Inilah yang menjadi polemik bagi organisasi yaitu meningkatkan kualitas melalui prestasi sumber daya manusia. Secara garis besar, dapat diteliti lebih lanjut mengenai motivasi pegawai dalam meningkatkan kualitas diri.

Salah satu hal yang dapat menarik perhatian yaitu bagaimana prestasi mampu meningkatkan motivasi pegawai dalam suatu perusahaan. Inilah alasan kelompok untuk membuat suatu makalah yang membahas mengenai salah satu contoh pelatihan yaitu “Achievement Motivation Training”. Semoga dengan disusunnya makalah ini mampu memperlihatkan sejauhmana pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja pegawai dalam suatu perusahaan.

 

  1. B.     Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah ini diantaranya adalah:

1)      Bagaimana konsep pelatihan dan pengembangan?

2)      Bagaimana konsep Achievement Motivation Training (AMT) untuk pegawai perusahaan?

3)      Apa saja metode dan teknik yang dilakukan dalam penerapan Achievement Motivation Training (AMT)?

4)      Apa saja materi yang diberikan dalam Achievement Motivation Training (AMT)?

 

  1. C.    Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan dari makalah ini yaitu:

1)      Untuk mengetahui konsep pelatihan dan pengembangan

2)      Untuk mengetahui konsep Achievement Motivation Training (AMT) untuk pegawai perusahaan

3)      Untuk mengetahui metode dan teknik yang dilakukan dalam penerapan Achievement Motivation Training (AMT)

4)      Untuk mengetahui materi yang diberikan dalam Achievement Motivation Training (AMT)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

  1. Konsep Dasar Pelatihan

1)      Definisi Pelatihan

Pelatihan merupakan suatu fungsi manajemen yang perlu dilaksanakan terus menerus dalam rangka pembinaan ketenagaan dalam suatu organisasi. Secara spesifik, proses latihan itu merupakan serangkaian tindakan (upaya) yang dilaksanakan secara berkesinambungan, bertahap dan terpadu. Tiap proses pelatihan harus terarah untuk mencapai tujuan tertentu terkait dengan upaya pencapaian tujuan organisasi. Itu sebabnya, tanggung jawab penyelenggaraan pelatihan terletak pada tenaga lini dan staf. (Oemar Hamalik, 2007)

Menurut Netisimito (1996:35) yang dikutip dalam situs (http://kel4latbang.wordpress.com/2011/05/30/definisi-pendidikan-pelatihan-pengembangan-dan-pendampingan/) mengungkapkan definisi pelatihan yaitu:

 

Pelatihan atau training sebagai suatu kegiatan yang bermaksud untuk memperbaiki dan mengembangkan sikap, tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan dari karyawan sesuai dengan keinginan perusahaan. Pelatihan yang dimaksudkan adalah pelatihan dalam pengertian yang luas tidak terbatas hanya untuk mengembangkan keterampilan semata.

 

 

Menurut Gary Dessler (2009) dalam situs (http://definisimu.blogspot.com/2012/08/definisi-pelatihan.html) mendefinisikan pelatihan sebagai berikut:

 

Proses mengajarkan karyawan baru atau yang ada sekarang, ketrampilan dasar yang mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka”.Pelatihan merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Karyawan, baik yang baru ataupun yang sudah bekerja perlu mengikuti pelatihan karena adanya tuntutan pekerjaan yang dapat berubah akibat perubahan lingkungan kerja, strategi, dan lain sebagainya.

 

Menurut pasal 1 ayat 9 undang-undang No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pelatihan adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan atau training adalah suatu sistem yang berkesimbungan atas pengembangan semua pegawai untuk meningkatkan hasil kerja pegawai masa sekarang atau yang akan datang dengan menambah kemampuan pegawai yang dilaksanakan melalui belajar.

 

2)      Tujuan Pelatihan

Secara umum pelatihan bertujuan mempersiapkan dan mebina tenga kerja, baik structural maupun fungsional, yang memiliki kemampuan dalam profesinya, kemampuan melaksanakan loyalitas, kemampuan melaksanakan dedikasi dan kemampuan berdisplin yang baik. Kemampuan professional mengandung aspek kemampuan kehalian dalam pekerjaan, kemasyarakatan dan kepribadian agar lebih berdaya guna dan berhasil guna. Secara khusus, pelatihan bertujuan untuk:

(a)    Mendidik, melatih serta membina tenaga kerja yang memiliki keterampilan produktif dalam rangka pelaksanaan program organisasi di lapangan.

(b)   Mendidik, melatih serta membina unsur-unsur ketenagakerjaan yang memiliki kemampuan dan hasrat belajar terus untuk meningkatkan dirinya sebagai tenaga yang tangguh, mandiri, professional, beretos kerja yang tinggi dan produktif.

(c)    Mendidik, melatih serta membina tenaga kerja sesuai dengan bakat, minat, nilai dan pengalamannya masing-masing (individual).

(d)   Mendidik dan melatih tenaga kerja yang memiliki derajat relevansi yang tinggi dengan kebutuhan pembangunan.

Menurut Procton dan Thornton (1983:4) dalam situs (http://nursecaremine.blogspot.com/2012/11/pelatihan-definisi-tujuan-manfaat-dan.html) menyatakan bahwa tujuan pelatihan adalah:

 

(a)    Untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan bisnis dan operasional-operasional industri sejak hari pertama masuk kerja.

(b)   Memperoleh kemajuan sebagai kekuatan yang produktif dalam perusahaan dengan jalan mengembangkan kebutuhan ketrampilan, pengetahuan dan sikap.Manfaat yang diperoleh dari adanya suatu pelatihan yang diadakan oleh perusahaan seperti yang dinyatakan oleh Flippo (1988:215)

 

Menurut Carrell dan Kuzmits (1982 : 278) yang dikutip melalui situs (http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/11/pelatihan-tenaga-kerja-definisi-tujuan_11.html) bahwa tujuan utama pelatihan dapat dibagi menjadi 5 area diantaranya:

 

(a)    Untuk meningkatkan ketrampilan karyawan sesuai dengan perubahan teknologi.

(b)   Untuk mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru agar menjadi kompeten.

(c)    Untuk membantu masalah operasional.

(d)   Untuk menyiapkan karyawan dalam promosi.

(e)    Untuk memberi orientasi karyawan untuk lebih mengenal organisasinya.

 

3)      Fungsi Pelatihan

Pelatihan memiliki fungsi-fungsi edukatif, administrative, dan personal. Fungsi edukasi, mengacu pada peningkatan kemampuan professional, kepribadian, kemasyarakatan, dedikasi dan loyalitas kepada organisasi atau lembaga. Fungsi administrative, mengacu pada pemeneuhan syarat-syarat adminsitratif yang di tuntut terhadap setiapa tenaga atau pegawai, misalnya untuk promosi, pembinaan karir, memenuhi angka kredit dan sebagainya. Fungsi personal, lebih menekankan pada pembinaan kepribadian dan bimbingan personal untuk mengatasi kesulitan dan masalah dalam pekerjaan. Ketiga fungsi pelatihan ini saling kait mengait, karena setiap tenaga kerja dituntu agar memiliki kemampuan professional, memenuhi persyaratan administrative, dan kepribadian yang baik. ()

Fungsi pelatihan kerja sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 9 UU Ketenagakerjaan adalah untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kesejahteraan tenaga kerja. Yang dimaksud dengan peningkatan kesejahteraan disini adalah kesejahteraan bagi tenaga kerja yang diperoleh karena terpenuhinya kompetensi kerja melalui pelatihan kerja.

Adapun fungsi Pelatihan secara khusus dalam () sebagai berikut.

(a)    Pelatihan berfungsi memperbaiki perilaku (performance) kerja para peserta pelatihan itu;

(b)   Pelatihan berfungsi mempersiapkan promosi ketenagaan untuk jabatan yang lebih rumit dan sulit;

(c)    Pelatihan berfungsi mempersiapkan tenaga kerja pada jabatan yang lebih tinggi yakni jabatan pengawasan dan manajemen.

 

4)      Komponen pelatihan

Adapun komponen-komponen pelatihan diantaranya tujuan pelatihan, peserta, program pelatihan, kurikulum pelatihan, metodologi pelatihan,  praktek kerja lapangan, pelatih, pemantauan pelatihan, penilaian pelatihan, kepemimpinan pelatihan, dan paska pelatihan.

Selanjutnya komponen-komponen pelatihan sebagaimana dijelaskan oleh Mangkunegara (2005) dalam situs (http://teorionline.wordpress.com/2010/06/27/pelatihan-sdm/) terdiri dari :

 

(a)    Tujuan dan sasaran pelatihan dan pengembangan harus jelas dan dapat di ukur

(b)   Para pelatih (trainer) harus ahlinya yang berkualitas memadai (profesional)

(c)    Materi pelatihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak di capai

(d)   Peserta pelatihan dan pengembangan (trainers) harus memenuhi persyaratan yang ditentukan.

 

5)      Model Pelatihan

Model pelatihan adalah suatu bentuk pelaksanaan pelatihan yang di dalamnya terdapat pelatihan dan tata cara pelaksanaannya. Berdasarkan kategori dan jenis pelatihan lalu ditentukan satu model pelatihan. Model-model pelatihan tersebut adalah sebagai berikut:

(a)    Public Vocational Training (refreshing course)

Tujuannya adalah memberikan latihan kepada calon tenaga kerja. Pelatihan dikaitkan dengan kebutuhan organisasi, dan diselenggarakan di luar organisasi atau perusahaan.

(b)   Apprentice Training

Pelatihan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan arus pegawai baru yang tetap dan serba bisa. Praktik kerja lapangan berlangsung dalam jangka waktu lama, dengan pengawasan terus menerus.

(c)    Vestibule Training (off the job training)

Latihan diselenggarakan dalam satu ruangan khusus yang berada di luar tempat kerja biasa, yang meniru kondisi-kondisi kerja sesungguhnya. Tujuannya untuk melatih tenaga kerja secara tepat.

(d)   On The Job Training (latihan sambil bekerja)

Tujuannya untuk memberikan kecakapan yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu sesuai dengan tuntututan kemampuan biar pekerjaan tersebut, dan sebagai alat untu kenaikan jabatan.

(e)    Pre Employment Training (Pelatihan Sebelum Penempatan)

Bertujuan mempersiapkan tenaga kerja sebelum ditempatkan atau ditugaskan pada suatu organisasi untuk memberikan latar belakang intelektual, mengembangakan seni berfikir, dan menggunakan akal.

(f)    Induction Training (latihan Penempatan)

Bertujuan untuk melengkapi tenaga baru dengan keterangan-keterangan yang diperlukan agar memiliki pengetahuan, tentang praktek dan prosedur yang berlaku di lingkungan organisasi atau lembaga tersebut.

(g)   Supervisory Training (Latihan Pengawas)

Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sebagai pengawas.

(h)   Understudy Training

Bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang cakap dalam jenis pekerjaan tertentu dengan cara bekerja langsung dalam pekerjaan bersangkutan, memberikan pelayanan sebagai seorang asisten atau pembantu.

(i)     Sistem Kepemagangan (Internship Training)

Bertujuan menyiapkan tenaga yang terdidik dan terlatih dengan cara menempatkan tenaga yang sedang disiapkan itu sebagai tenaga kerja pada suatu lembaga atau perusahaan selama jangka waktu tertentu dengan bimbingan tenaga ahli dari balai pelatihan dan staf para organisasi atau perusahaan tersebut.

Menurut (Simamora:2006 :278) yang dikutip melalui situs (http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2011/05/26/pelatihan-dan-pengembangan-sumber-daya-manusia-366366.html) ada lima jenis-jenis pelatihan yang dapat diselenggarakan:

 

(a)    Pelatihan Keahlian

Pelatihan keahlian (skils training) merupakan pelatihan yang sering di jumpai dalam organisasi. program pelatihaannya relatif sederhana: kebutuhan atau kekuragan diidentifikasi rnelalui penilaian yang jeli. kriteria penilalan efekifitas pelatihan juga berdasarkan pada sasaran yang diidentifikasi dalam tahap penilaian.

(b)   Pelatihan Ulang

Pelatihan ulang (retraining) adalah subset pelatihan keahilan. Pelatihan ulang berupaya memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang mereka butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah. Seperti tenaga kerja instansi pendidikan yang biasanya bekerja rnenggunakan mesin ketik manual mungkin harus dilatih dengan mesin computer atau akses internet

(c)    Pelatihan Lintas Fungsional

Pelatihan lintas fungsional (cros fungtional training) melibatkan pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjan yang ditugaskan.

(d)   Pelatihan Tim

Pelatihan tim merupakan bekerjasarna terdiri dari sekelompok Individu untuk menyelesaikan pekerjaan demi tujuan bersama dalam sebuah tim kerja.

(e)    Pelatihan Kreatifitas

Pelatihan kreatifitas(creativitas training) berlandaskan pada asumsi hahwa kreativitas dapat dipelajari. Maksudnya tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin yang berdasar pada penilaian rasional dan biaya dan kelaikan.

 

  1. Konsep Dasar Pengembangan

1)      Definisi Pengembangan

Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan kebituhan pekerjaan/ jabatan melalui pendidikan dan latihan. Adapun definisi pengembangan menurut para ahli yang tercantum dalam situ dibawah ini (http://developmentcountry.blogspot.com/2009/12/definisi-pengembangan.html) diantaranya:

 

Edwin B. Flippo mendefinisikan pengembangan sebagai berikut : “Pendidikan adalah berhubungan dengan peningkatan pengetahuan umum dan pemahaman atas lingkungan kita secara menyeluruh”,

Sedangkan Andrew F. Sikula mendefinisikan pengembangan sebagai berikut : “Pengembangan mengacu pada masalah staf dan personel adalah suatu proses pendidikan jangka panjang menggunakan suatu prosedur yang sistematis dan terorganisasi dengan mana manajer belajar pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan umum”.

Pengembangan Sumber Daya Manusia adalah suatu proses peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas dari semua penduduk suatu masyarakat (M.M. Papayungan, 1995: 109).”

 

Pengembangan SDM adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh perusahaan, agar pengetahuan, kemampuan, dan ketrampilan mereka sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan.

Cara mengembangkan pengetahuan karyawan adalah :

(a)    Banyak membaca buku, majalh dan surat kabar

(b)   Banyak mendengar ceramah-ceramah, siaran radio

(c)    Sering mengikuti rapat, diskusi, seminar

(d)   Terlibat secara aktif dalam acara-acara yang dilaksanakn perusahaan

(e)    Mengikuti pendidikan yang lebih tinggi

(f)    Sering melakukan komunikasi dengan rekan sekerja

                                          

2)      Tujuan Pengembangan

Tujuan pengembangan karyawan adalah untuk dapat memperbaiki efektifitas kerja karyawan dalam mencapai tujuan dan sasaran kerja. Perbaikan efektifitas kerja dapat dilakukan melalui : (1) peningkatan pengetahuan, (2) perbaikan keterampilan, (3) pembinaan sikap karyawan terhadap pekerjaannya, dan terhadap tugas-tugasnya.

Manfaat dan tujuan kegiatan pengembangan sumber daya manusia menurut Schuler (1992) dalam situs (http://chevichenko.wordpress.com/2009/11/26/tujuan-dan-manfaat-pengembangan-sumber-daya-manusia/) yaitu :

 

(a)    Mengurangi dan menghilangkan kinerja yang buruk

Dalam hal ini kegiatan pengembangan akan meningkatkan kinerja pegawai saat ini, yang dirasakan kurang dapat bekerja secara efektif dan ditujukan untuk dapat mencapai efektivitas kerja sebagaimana yang diharapkan oleh organisasi.

(b)   Meningkatkan produktivitas

Dengan mengikuti kegiatan pengembangan berarti pegawai juga memperoleh tambahan ketrampilan dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pelaksanaan pekerjaan mereka. Dengan semikian diharapkan juga secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas kerjanya.

(c)    Meningkatkan fleksibilitas dari angkatan kerja

Dengan semakin banyaknya ketrampilan yang dimiliki pegawai, maka akan lebih fleksibel dan mudah untuk menyesuaikan diri dengan kemungkinan adanya perubahan yang terjadi dilingkungan organisasi. Misalnya bila organisasi memerlukan pegawai dengan kualifikasi tertentu, maka organisasi tidak perlu lagi menambah pegawai yang baru, oleh Karena pegawai yang dimiliki sudah cukup memenuhi syarat untuk pekerjaan tersebut.

(d)   Meningkatkan komitmen karyawan

Dengan melalui kegiatan pengembangan, pegawai diharapkan akan memiliki persepsi yang baik tentang organisasi yang secara tidak langsung akan meningkatkan komitmen kerja pegawai serta dapat memotivasi mereka untuk menampilkan kinerja yang baik.

(e)    Mengurangi turn over dan absensi

Bahwa dengan semakin besarnya komitmen pegawai terhadap organisasi akan memberikan dampak terhadap adanya pengurangan tingkat turn over absensi. Dengan demikian juga berarti meningkatkan produktivitas organisasi.

 

 

3)      Aspek-aspek Pengembangan

Strategi Organisasi dan Pengembangan SDM

(a)    Pendekatan berdasarkan kebutuhan menganggap bahwa strategi pengembangan SDM adalah untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan keterampilan dalam kaitannya denga strategi organisasi, jadi pendekatan jenis ini bersifat reaktif.

(b)   Pendekatan oportunistik menganggap bahwa strategi pengembangan SDM lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dari pada faktor internal. Pada pendekatan ini dibuat ide pendahuluan untuk pengembangan SDM diorganisasi secara umum yang berasal dari studi kasus, benchmarking, dan lain-lain.

(c)    Pendekatan ketiga menganggap bahwa kapabilitas adalah kunci untuk mempertahankan keunggulan kompetitif, pendekatan ini bersifat proaktif, karena memfokuskan diri pada keadaan organisasi yang diinginkan dimasa mendatang.

 

Integrasi antara Strategi Pengembangan SDM dan Strategi SDM yang lain Didalam pengelolaan SDM, antara strategi fungsi SDM yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dilihat sebagai bagian yang terpisah, tetapi harus dilihat sebagai suatu yang komprehensif. Sebagai contoh adalah dampak strategi pengembangan SDM terhadap fungsI perekrutan dan seleksi, bila fungsi pengembangan SDM dapat mengembangkan karyawan dengan baik, maka tidak diperlukan mencari tenaga dari luar perusahaan, artinya tidak diperlukan perekrutan eksternal.

 

4)      Teknik Pengembangan

(a)    Orientasi Karyawan

Yaitu acara yang bersifat khusus dan formal dalam rangka memperkenalkan pekerjaan, rekan kerja, lingkungan kerja, target yang harus dicapai serta tujuan perusahaan secara umum.

(b)   Pelatihan Lansung di Tempat Kerja

Pelatihan seperti ini dikenal dengan on the job training, yaitu dengan cara meberikan pelatihan lansung pada karyawan di tempat kerjanya sendiri, biasanya materi disampaikan oleh karyawan senior atau atasan lansung (penyelia). Pelatihan seperti ini biasanya lebih efektif, karena karyawan menerima materi yang lansung dapat dipraktekan, selain itu juga lebih hemat biaya.

(c)    Pelatihan di Luar Tempat Kerja

Pelatihan seperti ini dikenal dengan off the job training, yaitu dengan cara memberikan materi di luar tempat kerja, seperti di laboratorium.

(d)   Magang

Merupakan perpaduan antara pelatihan di dalam dan di luar tempat kerja. Misalnya para peserta diberi teori diluar tempat kerja, lalu diberi kesempatan untuk mempraktekannya di tempat kerja masing-masing.

 

 

 

BAB III

ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING (AMT)

 

A. Konsep Achievement Motivation Training (AMT)

Achievement Motivation Training (AMT) adalah sebuah program pelatihan untuk pengembangan diri khususnya dalam hal peningkatan motivasi berprestasi pesertanya. Jadi yang dikembangkan oleh Achievement Motivation Training (AMT) adalah motivasi berprestasi-nya. Tujuan Achievement Motivation Training (AMT) ini bukan menilai kepribadian pesertanya, akan tetapi untuk membantu mengembangkan motif berprestasi pesertanya. Motif prestasi yang dikembangkan oleh Achievement Motivation Training (AMT) adalah suatu dorongan dalam diri seseorang yang membuatnya mencari kepuasan melalui usaha pencapaian yang bersifat prestatif (achieving).

Dalam dunia kerja, Achievement Motivation Training (AMT) didesain untuk membantu perusahaan dalam upaya meningkatkan kemampuan karyawannya dalam hal memotivasi diri secara efektif. Karyawan yang mampu menumbuhkan motivasi diri secara efektif akan sangat mempengaruhi kehidupan kerja sehari-hari dan kepuasan kerja. Dengan kemampuan tersebut, akan terpupuk semangat karyawan dalam beprestasi dan terus berusaha untuk memetik hasil terbaik.

Achievment Motivation Training dapat dijadikan sebagai solusi yang tepat bagi perusahaan atau organisasi dalam menjalankan program latihan dan pengembangan sumber daya manusianya. AMT ditujukan terutama pada karyawan atau SDM yang memiliki hasrat untuk meningkatkan prestasi, dengan menganalisa dan meneliti  isi dari pikiran seseorang dan mencoba memvisualisasikan sehingga karyawan dapat mengetahui kepribadiannya dan kekurangan serta kelebihannya, dan setelah itu dapat dilakukan tindakan korektif terhadap latihan dan pengembangan karyawan.

 

B. Tujuan Pelatihan

Menurut Mc Clelland dalam bukunya “The Achieving Society” yang dikutip dalam situs http://www.docstoc.com/docs/22043856/Achievement-Motivation-Training-dalam-Pelatihan-dan-Pengembangan mengemukakan bahwa tujuan AMT  itu adalah sebagai berikut:

1)      Untuk menentukan sasaran-sasaran yang mengandung tantangan namun realistis guna meningkatkan prestasi perusahaan

2)      Untuk mengembangkan dorongan untuk efisiensi dalam melakukan hal-hal secara lebih baik yang akan membantu para karyawan dalam berproduktivitas

3)      Untuk mengendalikan keterampilan-keterampilan yang diperlukan guna menjunjung rencana mereka untuk meningkatkan prestasi

4)      Untuk membantu keuangan peserta dalam memanfaatkan sumber daya keuangan dan teknis yang tersedia

AMT dalam pelaksanaannya dapat dilakukan dengan beberapa metode pelatihan dan pengembangan sekaligus. Dan trade off  dari setiap teknik dapat tercapai.

 

Tidak hanya itu, dengan kata lain training ini diharapkan karyawan dapat menggali potensi dirinya, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahannya sehingga tahu cara untuk memaksimalkan kekuatan yang dimilikinya dan meminimalkan kelemahannya agar menjadi pribadi yang berprestasi. Dengan karyawan yang berprestasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas individu dan perusahaan.

 

C. Manfaat Pelatihan

Pelaksanaan AMT ini sangat bermanfaat bagi perusahaan maupun untuk individu itu sendiri diantaranya adalah:

1)      Memahami potensi pribadi dan mengetahui cara memaksimalkannya agar menjadi kekuatan untuk menoreh prestasi.

2)      Memahami perbedaan sebagai hal yang alami yang dapat dijadikan kekuatan untuk dapat bekerja sama dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan bersama.

3)      Menimbulkan motivasi pada diri peserta agar dapat bekerja lebih produktif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

4)      Membuat individu mampu meningkatkan self confidence dan self motivation.

5)      Menumbuhkan kembali semangat kerja karyawan yang hilang

6)      Membuat individu mampu menumbuhkan sikap-sikap positif, kemampuan, dan ketrampilan diri.

7)      Menumbuhkan suasana kerja yang kondusif sesama karyawan & pimpinan

8)      Menumbuhkan sikap unggul pada diri karyawan

9)      Meningkatkan interpersonal skills.

10)  Memahami pentingnya bekerja

11)  Membentuk team work yang solid dalam bekerja

12)  Membantu perusahaan/manajemen dalam menjalankan roda bisnis

13)  Membuat individu mampu mengenal diri dan lingkungan.

 

 

  1. D.    Materi Pelatihan

Dalam menerapkan Achievement Motivation Training adapun materi yang diberikan diantaranya adalah:

1)      Pengenalan

Materi pengenalan ini diantaranya adalah bagaimana peserta mampi mengenal diri dan orang lain, serta dapat mengetahui keistimewaan dirinya.

2)      Motivasi Diri

Motivasi dapat disampaikan melalui materi kepada peserta bagaimana mengenal kemampuan diri, menanamkan dorongan positif di dalam diri, membangun dan memelihara motivasi untuk terus meraih prestasi terbaik sesuai dengan usaha yang dilakukan, serta sikap mental terhadap diri sendiri

3)      Pendukung Motivasi

Dalam pelatihan ini juga harus diberikan materi mengenai bagaimana memahami pentingnya bekerja, menemukan dukungan positif dari rekan kerja dan atasan, bagaimana bekerjasama dengan diri sendiri, bagaimana bekerjasama dengan anggota tim untuk meraih prestasi.

4)      Hambatan Motivasi

Dalam materi peningkatan motivasi, perlu dilihat pula hal-hal yang mampu menghambuat motivasi diantaranya adalah mengatasi rintangan sulit, menyingkirkan penghalang fisik dan psikologis untuk bekerja, menghadapi kegagalan dan belajar untuk berhasil, dan menghilangkan mental  block.

5)      Menumbuhkan Motivasi

Adapun hal-hal yang dijadikan sebagai materi pelatihan bagaimana menumbhkan motivasi diantaranya dengan menumbuhkan persepsi “Saya adalah Pribadi Unggul”, mampu menghormati diri sendiri dan dapat menerima Perbedaan

6)      Goal Setting dan Achievement Planning

Adapun materi dalam pelatihan ini yaitu bagaimana peserta mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan asupan materu pencapaian prestasi kecil demi prestasi kecil dan prestasi bersama

7)      Kasus dan Simulasi

Materi dalam AMT dapat diterapkan melalui kasus dan simulasi dengan menerapkan materi cara menumbuhkan motivasi dan bagaimana menjadi motivator bagi diri sendiri dan orang lain

 

E. Metode Pelatihan

Program training akan dilakukan secara interaktif dan menggunakan kombinasi berbagai metode pembelajaran yang mencakup:

1)       Konsep/Lecture

2)       Case Study

3)       Discussion

4)       Role Play

5)       Games

6)       Film

7)       Self Assessment

 

F. Teknik-teknik Pelatihan dan pengembangan

Program-program latihan dan pengembangan dirancang untuk meningkatkan prestasi kerja, mengurangi absensi dan perputaran, serta memperbaiki kepuasaan kerja, ada beberapa kategori pelatihan dan pengembangan: baik dari yang sudah-sudah dan uang adalah sebagai alat pengukur belaka dan bukan suatu yang intensif dari hasil prestasinya.

Dalam AMT meliputi tiga dasar motif yang perlu diketahui sebagai dasar tingkah laku seseorang, diantaranya adalah:

1)   Motif berprestasi (Achievement Motive)

Motif berprestasi adalah dasar dari tingkah laku yang mengutamakan prestasi dari seseorang. Bila seseorang berpikir yang khas untuk berbuat yang lebih baik, mencapai prestasi yang tinggi. Seseorang bersikap demikian tidak saja tentang apa yang akan dicapai, tetapi juga mengetahui rintangan-rintangan yang akan dihadapi dan sampai berapa jauh ia akan sukses atau gagal. Hasil penelitian empiris menunjukkan bahwa mereka yang berhasil dalam kerja dan usaha adalah mereka yang memiliki hasrat berprestasi yang tinggi. “prestasi dalam organisasi dan perusahaan”

Penanaman tentang pentingnya prestasi bagi karyawan sangat diperlukan perusahaan dalam latihan dan pengembangan karyawan. Hal ini dapat dilakukan dengan penghargaan dan pengakuan prestasi kerja oleh perusahaan atau organisasi. Penanaman hasrat untuk berprestasi akan dapat memacu daya kreativitas sebagai kunci dari sebuah prestasi.

Penanaman prestasi ini dimaksudkan untuk memiliki karyawan yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi yaitu :

(a)    Karyawan yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi memiliki rasa tanggung jawab tinggi terhadap pelaksanaan tugas atau mencari solusi atas permasalahan.

(b)      Karyawan yang memiliki kebutuhan prestasi tinggi cenderung menetapkan tingkat kesulitan tugas yang moderat dan memperhitungkan resiko.

(c)      Karyawan yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi memiliki keinginan yang kuat untuk memperoleh umpan balik atau tanggapan atas pelaksanaan tugasnya. Mereka ingin tahu seberapa baik  mereka telah mengerjakannya, dan mereka sangat antusias untuk mendapatkan umpan balik tidak peduli apakah hasilnya baik atau buruk.

 

2)   Motif Afiliasi atau Persahabatan (Affiliation Motive)

Apabila seseorang selalu berpikir akan kehangatan, kedekatan, dan kesenangan dalam bergaul dengan rekan kerjanya, mereka dinamakan memiliki hasrat berafiliasi yang tinggi. Sesorang yang diliputi oleh hal-hal terseburt biasanya lebih mengutamakan perasaan orang lain dan keinginan untuk saling bekerja sama.

Kebutuhan afiliasi merupakan suatu keinginan untuk melakukan hubungan yang bersahabat dan hangat dengan orang lain. Kebutuhan ini sama dengan kebutuhan sosial dari Maslow. Untuk mengembangkan organisasi harus mengembangkan konsep manajemen kemanusiaan. Dan dari sini akan didapatkan karyawan yang memiliki motif afiliasi yang tinggi dengan:

(a)    Memiliki sense of belonging (rasa memiliki) terhadap perusahaan atau organisasi

(b)   Karyawan baru lebih mudah dalam bersosialisasi dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya

(c)    Karyawan dapat bekerja sama dengan karyawan atau unit lainnya, sehingga pekerjaan dapat efektif dan efisien serta produktivitas tinggi

(d)   Antar karyawan akan tercipta lingkungan kerja yang nyaman dengan nilai persahabatan, kehangatan, kedekatan, dan kesenangan dalam bergaul dengan rekan kerjanya.

 

3)   Motif Berkuasa (Power Motive)

“Seseorang yang selalu berpikir untuk bagaimana mempengaruhi, mengendalikan orang lain, dikatakan memiliki hasrat berkuasa yang menonjol, ia memperoleh kepuasaan bila ia berhasil mempengaruhi tingkah laku orang lain dan menyenangi bila pengaruhnya bertambah dan mengharapkan situasi-situasi yang berhubungan dengan reputasi dan prestise”

Disini perusahaan atau organisasi harus mengelola pola persaingan antar karyawan sehingga akan didapat persaingan yang sehat. Pengenalan akan motif berkuasa atau memimpin penting bagi karyawan dalam karier dimasi yang akan datang. Hal ini dapat ditempuh dengan latihan dasar kepemimpinan misalnya, dimana karyawan dilatih memimpin baik untuk dirinya sendiri  maupun kelompoknya. Dari sini diharapkan akan didapatkannya:

(a)    Karyawan yang berhasrat untuk bersaing dalam memperoleh suatu jabatan

(b)   Karyawan yang memegang jabatan adalah orang yang benar-benar  terpilih dan siap dengan jabatan yang diembannya

(c)    Regenerasi yang baik perpindahan dan rotasi jabatan

 

G. Harapan dari Achievement Motivation Training

Menyadari pentingnya karyawan atau sumber daya yang berkualitas dan profesional terhadap jabatan dan tugasnya, sehingga didapat efektifitas dan efisiensi sumber daya dan produktivitas yang tinggi dalam mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Maka latihan dan pengengembangan karyawan merupakan hal yang wajib dilaksanakan perusahaan sebagai investasi jangka panjang.

AMT merupakan program yang cocok digunakan oleh organisasi dalam mengadakan program latihan dan pengembangan karyawan. Dari AMT  berdasarkan latihan dan pengembangan diharapkan didapat manfaat sebagai berikut:

1)      Dalam hal pola pemikiran

(a)    Karyawan lebih produktif dalam kerja

(b)   Rasa tanggung jawab yang besar terhadap tugas dan pekerjaannya

(c)    Karyawan lebih disiplin dalam bekerja dan mengusahakan efisiensi waktu

(d)   Tidak cepat puas dengan apa yang dicapau (hasrat prestasi tinggi)

(e)    Mempunyai kepercayaan diri

(f)    Timbul kesadaran untuk kerja sama demi kemajuan perkembangan usaha

(g)   Lingkungan kerja yang kondusif bagi karyawan dapat tercapai

 

2)      Kemampuan dan keterampilan

(a)    Karyawan memiliki kemampuan sesuai dengan bidang yang ditekuni

(b)   Karyawan mampu menyesuaikan sosial dalam lingkungan kerja dan jenis pekerjaannya.

(c)    Peningkatan kualitas kerja

 

3)      Perbandingan pertumbuhan dan perkembangan sesudah dan sebelumnya

(a)    Produktivitas kerja yang efektif dan efisien

(b)   Berkurangnya perputaran tenaga kerja yang memakan tenaga, waktu dan dan yang besar

(c)    Penambahan volume produksi maupun alat produksi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

  1. A.    Kesimpulan

Setelah pemaparan materi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa  pelatihan dan pengembangan diperlukan untuk suatu perusahaan. Hal ini melihat bahwa kunci keberhasilan suatu lembaga atau organisasi yaitu sumber daya manusia yang berkualitas. Faktor pendorong kualitas sumber daya manusia dalam suatu perusahaan diantaranya adalah kebutuhan manusia, kompensasi, komunikasi, kepemimpinan, pelatihan dan prestasi. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan mampu mendorong motivai dari pegawai itu sendiri untuk meningkatkan prestasi kerja guna meningkatkan produktivitas perusahaan.

Achievement Motivation Training (AMT) dapat dikatakan sebagai pelatihan yang ditujukan agar peserta pelatihan mampu menumbuhkan motivasi kerja. Tujuan  Dengan ini dapat terlihat bahwa motivasi dijadikan sebagai faktor yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pegawai. Hal ini dapat menggambarkan sejauhmana faktor-faktor yang mampu menghambat pegawai dalam meningkatkan prestasi kerja. Dengan berbagai metode yang digunakan, AMT dapat memberikan solusi bagi perusahaan untuk menganalisis  kelebihan dan kelemahan dari pegawainya guna meningkatkan prestasi.

 

  1. B.     Saran

Dengan melihat urgensi dari Achievement Motivation Training (AMT), penulis dapat memberikan saran diantaranya adalah:

1)      Achievement Motivation Training (AMT) ini sebaiknya diterpkan baik di lembaga pendidikan maupun di perusahaan

2)      Achievement Motivation Training (AMT) sebaiknya dilakukan tidak hanya ketika perusahaan melihat kinerja pegawainya menurun, tetapi bagaimana tetap mempertahankan dan meningkatkan motivasi pegawai guna meningkatkan produktivitas perusahaan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arep, Ishak. (2004). Manajemen Motivasi. Jakarta: PT. Gramedia

 

 

Hamalik, Oemar. (2007). Manajemen Pelatihan dan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. Jakarta: PT. Bumi Aksara

 

 

___. 2010. Manajemen SDM. [Online]. Tersedia: http://epsmanajemensdm.blogspot.com/2010/08/pelatihan-dan-pengembangan-dalam.html (23 April 2013)

 

 

___. 2012. Achievement Motivation Training. [Online]. Tersedia: http://www.informasi-training.com/achievement-motivation-training-6 (23 April 2013)

 

 

Sulaiman. 2008. Pelatihan dan Pengembangan SDM. [Online]. Tersedia:  http://sulaiman.blogdetik.com/2008/10/06/su7as-pelatihan-dan-pengembangan-sdm/ (23 April 2013)

 

 

Warsito, Joko dkk. 2010. Achievement Motivation Training Pelatihan dan Pengembangan. [Online]. Tersedia: http://www.docstoc.com/docs/22043856/Achievement-Motivation-Training-dalam-Pelatihan-dan-Pengembangan  (23 April 2013)